Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.

Kamis, 12 Mei 2016

Sampoerna Academy Boarding School, Sekolah Berasrama Milik Putera Sampoerna Berhasil Mendidik Siswa Berkarakter


Kamis 12 Mei 2016, pukul 7 pagi bersama teman dari Blogger Crony yaitu  Dede Ariyanto, Bowo Susilo,  Ade Andrie M, Dennise Sihombing, Wardah Fajri dan kru dari beberapa surat kabar nasional, kami berangkat bersama dengan mobil menuju Bogor.

Pendidikan Karakter Sebagai Sebuah Keniscayaan 
Degradasi moral bangsa yang membuat ide dibangunnya konsep pendidikan karakter menjadi tugas bersama. Apalagi kualitas pendidikan di Indonesia di ASEAN dinilai rendah dibawah peringkat Vietnam.  Hal ini yang mendasari  dibangunnya Sampoerna Academy Boarding School oleh Putera Sampoerna Foundation dan Alhamdulillah beberapa instansi juga giat turut andil mensukseskan dengan memberikan donasi berupa beasiswa untuk siswa, karena 95% siswa yang bersekolah di sini adalah siswa berprestasi tapi kondisi ekonominya pra .

Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat 18 nilai-nilai dasar(pilar) yang harus disisipkan dalam proses pendidikan di Indonesia guna memaksimalkan implementasi pendidikan karakter di sekolah. Sedangkan menurut Ratna Megawangi tokoh IHF ada 14 pilar pendidikan karakter sedangkan menurut Ary Ginanjar Agustian tokoh ESQ ada 7 pilar pendidikan karakter. Sedangkan menurut UNESCO ada 4 pilar pendidikan karakter.

Penerapan pendidikan karakter secara berkelanjutan kepada siswa melalui sekolah akan mampu membekali siswa dalam menghadapi tantangan nasional dan global di masa kini dan mendatang. Namun tak perlu kita berdebat pendapat mana paling unggul? Semuanya benar asal mereka memunculkan nilai-nilai luhur kebaikan. Pastinya pendididkan karakter itu juga harus memunculkan pembentukan mental building, personal strenght, dan social strenght.

Sekilas tentang Putera Sampoerna Foundation(PFS)
Selama ini yang kita tahu Sampoerna adalah brand merk terkenal dari rokok. Namun sejak PT. HM. Sampoerna diakuisisi oleh PT.Philip Morris Indonesia yang merupakan cabang dari PT.Philip Morris Internasional, pemiliknya lebih konsentrasi pada bisnis agroindustri dan infrastruktur.  Putera Sampoerna Foundation adalah salah satu institusi bisnis yang beliau dirikan. Perusahaan ini bergerak pada bidang pendidikan dalam rangka mencetak para calon pemimpin Indonesia handal di masa depan, sehingga mampu  menghadapi tantangan global, berkontribusi, dan membawa perubahan positif kepada masyarakat di sekitarnya.

Dalam rangka menghadirkan sistem pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia, Sampoerna Schools System dihadirkan oleh PFS. Alur pendidikan berkualitas internasional dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi dihadirkan oleh PFS dalam rangka menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kewirausahan dan tanggung jawab sosial.

Sejalan dengan itu, PSF turut menjaga keberlanjutan bisnis sosialnya dengan berperan sebagai penyelenggara program tanggung jawab sosial (CSR operator).  Lebih dari 800, untukmenjalankan program CSR mereka di dunia pendidikan. Jadi yang bertugas mencarikan donatur bagi kegiatan pendidikan di Sampoerna School System adalah PFS. Donatur bisa berasal dari perusahaan, institusi pemerintahan, organisasi maupun asosiasi di Indonesia. Kini sudah lebih dari 800 donatur baik korporasi maupun perorangan Sebagai donatur mereka boleh memilih anak mana yang akan diberi beasiswa.

PSF telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008, sebuah sertifikat yang diberikan kepada organisasi dengan sistem manajemen kualitas yang telah memenuhi standar internasional. Secara berkala, PSF diaudit oleh lembaga auditor internasional independen. PSF menerbitkan hasil audit tersebut dalam laporan tahunan yang dapat diakses oleh masyarakat umum melalui situs resmi PSF.

Untuk lulusan tahun ini, angkatan tahun 2013 tiap  tahun siswa membutuhkan biaya 65 juta rupiah / orang dan untuk ajaran baru ini angkatan 2015 tiap tahun siswa membutuhkan 110 juta rupiah / orang.
Jika berminat menjadi donatur, Anda bisa  mengunjungi www.sampoernafoundation.org .

Sekilas tentang Sampoerna Academy Boarding School (SABS)
Pukul 7 pagi dari Lobby Gedung Sampoerna Strategic Square tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman No.45, perjalanan kami dimulai menuju Sampoerna Academy Boarding School di Jl.Raya Sukabumi km.17. Caringin-Bogor.

Begitu memasuki area kompleks Sampoerna Academy Barding School sekitar pukul 9 pagi, kami tengah melihat hingar-bingar pesta di gedung Balai Kinasih. Ternyata ini adalah upacara kelulusan yang dikonsep sebagai acara pagelaran siswa. Acara yang sangat meriah dan tertib ini yang menjadi panitia adalah anak SABS kelas 10 dan 11. Terlihat mereka begitu profesional dan mandiri mulai penyambutan di halaman, meja tamu, di dalam prosesi upacara kelulusan hingga konsumsi, mereka sendiri yang meng-handle.

Berbagai atraksi mulai dari tarian tradisional, tarian disko, nyanyian hingga puisi mereka suguhkan. Para hadirin yang datang sangat terbius akan kehebatan ini. Para orang tua juga donatur tentu sangat bangga melihat keberhasilan mereka

Sampoerna Academy Boarding School, sekolah berasrama tingkat SMA di bawah naungan Putera Sampoerna Foundation(PFS). Sampoerna Academy merupakan sebuah program pendidikan bertaraf internasional dan berasrama setingkat SMA yang menerima murid lulusan SMP yang berprestasi dan berkarakter, yang memiliki kualitas kepemimpinan di dalam dirinya.

Sampoerna Academy merupakan wujud kerjasama antara Putera Sampoerna Foundation dan didukung oleh para mitra donatur baik korporasi maupun perorangan. Sampoerna Academy Boarding School (SABS) didirikan pada 2009 silam, telah meluluskan 3 angkatan.

Tampak hadir di acara yaitu Ibu Neny Soemawinata (Managing Direktor Putera Sampoerna Foundation), Hairun Gani (Head of Sampoerna Academy Boarding School) dan Reynold Hutabarat (Kepala Sekolah Sampoerna Academy Boarding School), para guru, donatur, siswa, juga orang tua siswa yang lulus tahun ini. Sekitar 500 orang memenuhi gedung Balai Kinasih.

Sampoerna Academy Boarding School merupakan bagian dari Sampoerna School System, yakni sistem pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum internasional berkualitas, berbahasa Inggris dan berfokus pada pendidikan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts dan Math (STEAM).
 
Ibu Neny Soemawinata mengatakan bagi siswa yang mendapatkan beasiswa, mereka merupakan siswa-siswa berprestasi yang berasal dari keluarga prasejahtera yang mendapatkan dana bantuan pendidikan dari PSF atas kerja sama dengan para donor. Sementara masih diambil anak-anak dengan prestasi cemerlang dengan harapan dapat  mengantarkan dan mendidik calon pemimpin bangsa berkaliber tinggi yang siap menghadapi tantangan global.

Para pelajar dididik pada sebuah lingkungan belajar 24 jam penuh dengan pendidikan yang holistik.  30 orang guru mendampingi mereka. Mereka diberikan pendidikan yang holistik guna mendorong para siswa mengasah sejumlah keterampilan hidup, seperti kemandirian, motivasi dalam mengerjakan proyek-proyek sekolahnya serta pembentukan karakter.

Seleksi penerimaan siswa dilakukan sepanjang tahun. Beberapa tes seperti tes tertulis, interview serta focus group discussion diberikan.

Sampoerna Academy Boarding School merupakan bagian dari Sampoerna Schools System, yakni sistem pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum internasional berkualitas, berbahasa Inggris dan berfokus pada pendidikan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts dan Math (STEAM) yang juga diterapkan di Sampoerna Academy Boarding School.

“STEAM merupakan pendekatan yang ditujukan untuk menciptakan sifat berpikir kritis dan kemampuan problem-solving pada siswa.  Metode pembelajaran STEAM memperkuat kompetensi siswa di bidang sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika yang sangat bermanfaat bagi siswa, baik dari aspek akademik maupun menyeluruh”, ungkap bapak Hairun.

Sementara itu, Reynold Hutabarat, mengatakan, "Sampoerna Academy Boarding School memberikan kesempatan belajar yang tidak terbatas untuk para siswa. Tidak hanya sekedar belajar ilmu pengetahuan, namun mereka juga diberikan tanggung jawab sebagai individu dan kelompok guna menciptakan karakter yang tangguh, mandiri serta berjiwa pemimpin".

“Siswa-siswi yang lulus hari ini adalah contoh siswa  yang berprestasi tidak hanya di bidang akademis tetapi juga non akademis, salah satunya adalah siswi kami yang bernama Stella Chandra Kumala yang memenangkan 2 medali emas pada kejuaraan Taekwondo tingkat nasional serta Fajar Adi Nugroho yang meraih penghargaan Duta Baca Pelajar (Jakbook 2015) IKAPI“ tambah Reynold.

 9 orang siswa juga telah diterima kuliah di ITB, 3 orang di Unair dan 4 orang di Luar Negeri lewat jalur khusus sebelum masa SMNPTN tiba.

Pendidikan Karakter di SABS
Sebagai lembaga pendidikan, Sampoerna Academy Boarding School pun menerapkan pendidikan karakter dalam silabus pengajarannya. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah yang mencanangkan serta menambah porsi pendidikan karakter pada kurikulum saat ini. Beberapa nilai tersebut mencakupi nilai disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, toleransi, dan jujur.

“Penerapan pendidikan karakter secara berkelanjutan kepada siswa melalui sekolah akan mampu membekali siswa dalam menghadapi tantangan nasional dan global di masa kini dan mendatang,” ujar Nenny Soemawinata. “Pendidikan karakter yang diterapkan di Sampoerna Academy menanamkan nilai-nilai moral, kepemimpinan, kewirausahaan serta tanggung jawab sosial. Nilai-nilai ini kami sebut sebagai Sampoerna DNA yang harus dimiliki oleh setiap lulusan dari Sampoerna Academy.”

Sampoerna Academy menerapkan pendidikan holistik abad 21 yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik namun juga karakter serta pengembangan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial. Selain menerapkan standar nasional pendidikan,Sampoerna Academy juga menerapkan kurikulum berstandar internasional dari International General Certificate for Secondary Education (IGCSE).

Dalam upacara kelulusan ini, selain diumumkann anugerah untuk siswa yang berprestasi akademik, juga dianugerahkan gelar untuk siswa yang memiliki karakter unggul. Tahun ini yang memdapat gelar unggul dalam bidang tanggung jawab sosial (sosial responbility) adalah Ilham Prista Yoga. Untuk gelar unggul dalam bidang kepemimpinan terpilih Joshua Hari.

Sedangkan yang mendapat gelar unggul dalam  bidang kewirausahaan adalah Ana D.Ilmi, dia sempat memenangkan kompetisi di sekolah dan memenangkan modal usaha senilai 10 juta. Dengan dana itu dia mendirikan cafe di area komplek asrama SABS.

Pendidikan SABS secara formal berlangsung mulai pukul 07.00- 14.00 WIB. Sisanya mereka boleh mengasah hobi dan peminatan lewat ekstra kurikuler. Para siswa wajib pulang ke asrama pada pukul 16.00. Hari Senin hingga Sabtu mereka bagi siswa muslim wajib sholat Isya' berjamaah serta baca Al Qur'an di mushola dan acara selanjutnya dilanjutkan dengan tausiah bergilir hingga pukul 09.00.WIB. Memang jam pelajaran formal untuk agama di KBM formal yang berlangsung hari Senin-Sabtu hanya 2 jam pelajaran, namun diharapkan dengan penanaman rutin, agama sebagai pondasi pilar karakter bisa tertanam kuat.

Sayangnya saya melihat energi para siswa cukup terkuras, mereka tidak ada jam istirahat tidur siang. Padahal tidur siang dapat meningkatkan produktivitas mereka.

Bagi yang berminat mendaftar sekolah di Sampoerna Boarding School bisa berkunjung ke http://www.sampoernaacademy.sch.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar