Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.

Kamis, 20 Oktober 2016

SIAPA BILANG BELAJAR MENJAHIT ITU MAHAL?

Bermunculannya kursusan menjahit  dengan harga yang fantastis membuat kursusan ini hanya bisa dinikmati leh kaum elit. Dalam rangka Pekan Raya Indonesia yang akan diadakan pada tanggal 20 Oktober hingga 6 November 2016 di Indonesia Convention Exhibition – Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Anda bisa menikmati belajar menjahit dengan harga yang murah tapi hasilnya tak murahan lho…

Pekan Raya Indonesia (PRI) merupakan serangkaian acara pesta rakyat Indonesia yang mengangkat dan menyajikan kekayaan warisan bangsa melalui berbagai pameran multiproduk. PT. Brother International Sales Indonesia, salah satu perusahaan perangkat IT terkemuka di Indonesia akan hadir di Pekan Raya Indonesia ini lho…

PT. Brother International Sales Indonesia didirikan pada bulan Desember 2008 dan mulai beroperasi pada bulan Juni 2009. Kantor pusat Brother Indonesia sepenuhnya terintegrasi dengan penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan. Seiring dengan motto Brother “at your side”, Brother Indonesia kali ini mendukung pertumbuhan UKM-UKM di Indonesia, khususnya industri fashion melalui pengadaan workshop menjahit dengan beberapa pengajar yang sangat berpengalaman di bidangnya.

Jenis workshop yang disediakanpun beranekaragam, mulai dari membuat boneka, tas, hingga menjahit pola baju. Dengan biaya investasi hanya Rp 100.000,- / orang, peserta sudah bisa belajar menjahit dan membawa pulang langsung hasilnya. Untuk workshop pada hari Senin-Jum'at dilaksanakan pukul 15.00-22.00 WIB, sedangkan untuk weekend (Sabtu-Minggu) dilaksanakan  sejak pukul 10.00-23.00 WIB.


jenis workshop bersama Brother

Peserta workshop akan lebih mudah praktek langsung dengan menggunakan mesin jahit Brother sebanyak 16 sesi. Workshop ini akan dilakukan setiap hari Kamis sampai Minggu selama periode event PRI. Selain workshop, Brother Indonesia juga memberikan secara gratis Tote Bag Brother khusus untuk pengunjung pameran dan mereka bisa langsung membordir Tote Bag Brother ini dengan inisial nama mereka menggunakan Mesin Bordir Brother.


Berbagai macam mesin brother yang di pamerkan dan dijual


Dalam event PRI ini, Brother Indonesia juga akan mengadakan berbagai macam lelang produk mulai dari harga Rp 500.000,-. Untuk informasi lebih lanjut tentang pendaftaran workshop menjahit, jadwal lelang, dan promo keseluruhan produk Brother Indonesia seperti mesin jahit, printer, printer label, dan scanner silahkan menghubungi Maya Prastika (0897 8808 278) atau datang langsung ke booth Brother di Hall 7 nomor 009 ICE BSD, Tangerang.



Kamis, 13 Oktober 2016

(Cerpen Anak) Seindah Bunga Matahari




Sita sedang sibuk menyirami tanamannya sore itu. Semilir angin yang sesekali menjatuhkan butir-butir air dari daun-daun maupun semak-semak tanaman yang dia sirami membuat suasana sore itu terasa segar.
Di antara rumah di Blok Cendrawasih, Perumahan Laguna Indah, rumahnya paling hijau dan asri. Berbagai tanaman dan bunga terawat sehingga tumbuh dengan baik.
Sebagai pecinta bunga keluarga Sita begitu gemar mengkoleksi tanaman baru. Baik bunda, ayah, Sita maupun Ardi sangat suka berburu tanaman baru baik beli dari pameran maupun barter dengan handai taulan.
***
Suatu hari Sita kedatangan teman satu sekolahnya yang bernama Nurul. Nurul adalah teman baru Sita, dia baru pindah dari kampung mengikuti ayahnya. Ibunya telah wafat setahun lalu.
Siang itu Nurul belajar berkelompok dengan Sita untuk mengerjakan tugas ketrampilan membuat kemonceng dari tali rafia.
Nurul bercerita jika sejak di kota dia susah jika harus bertanam. Minimnya lahan membuatnya kadang mati kutu untuk menaruh bibit tanamannya. Tanaman bunga juga lebih mahal dibanding di kampung. Namun semangat Nurul untuk bertanam tak padam. Beberapa tanaman tetap ia pelihara untuk hiburan dan pelipur lara.
Saat Nurul dan Sita tengah asyik mengerjakan prakarya, tiba-tiba Ardi kakak Sita datang. "Sita...tadi kakak dapat benih bunga matahari nih."
Dengan sigap bungkusan kecil itu diterima Sita dengan bergembira. Nurul melihat sambil bergumam "Dulu saat mamaku masih hidup, aku pernah menanam bunga matahari. "
Nurul memberanikan diri meminta pada Sita. "Sita, bolehkah aku minta beberapa butir biji bunga matahari itu. Aku ingin menanamnya... Sungguh susah mencari orang yang punya biji bunga itu di kota."
"Udah bagi aja tuh ama Nurul bijinya" kata kak Ardi tiba-tiba. Ternyata dia belum beranjak jauh pergi meninggalkan Sita dan Nurul. Tangannya masih asyik memegang koran pagi tadi di kamar tamu.
"Hmmm...hanya ada 7 biji kak!" Sungut Sita sedikit keberatan.
"Gak pa pa, bagi aja." Kata Kak Ardi meyakinkan.
Sita menurut, meskipun dengan berat hati, Dia berikan 3 biji bunga matahari pada teman barunya Nurul.
***
Biji bunga matahari milik Sita dan Nurul sama-sama ditanam sore itu. Seminggu kemudian sudah sama-sama tumbuh. Namun perkembangan tanaman Sita kurang bagus, tiba-tiba tanaman itu layu dan mati ke-4-4 nya. Ketika dicek oleh bunda, akar tanamannya busuk karena jamur. Media yang dipakai menanam harusnya diganti dulu dari dalam pot dengan media baru menurut mama Sita.
Sita sedih, dia merasa bersalah tidak mengganti media tanam di dalam pot, sebelum menanam.
***
Berbeda dengan tanaman Sita, tanaman Nurul tumbuh subur. Setelah sebulan lebih kuncup kecil mulai muncul.
Tiga biji pemberian Sita tumbuh sempurna. Tak lupa siang itu sepulang sekolah, dia potret bunga matahari di 3 pot berbeda itu dengan smartphone milik ayahnya yang kebetulan tertinggal di rumah. Lalu dia unggah di instagram dan facebook miliknya sambil mention ke akun Sita sambil mengucapkan terima kasih.
Sita sangat kaget melihat mention foto dari teman barunya itu. Sungguh dia iri dengan bunga yang ditanam Nurul bisa tumbuh subur. Namun jari lentiknya tetap memberikan klik love di akun instagram dan like di akun facebook Nurul.
Tak disangka foto itu mendapat love dan like dari banyak pemakai media sosial.
Di sekolah beberapa pekan, Nurul tak henti-hentinya bercerita tentang bunga matahari peliharaannya. Teman-temannya sekelas sangat antusias. Apalagi suatu ketika Nurul membagi kuaci bunga matahari yang menurut ceritanya adalah olahan dari ayahnya dari 3  tanaman bunga mataharinya.
Sita masih bersedih jika ingat tanamannya mati sedang milik Nurul hidup dengan subur.
Setelah teman sekelas pesta kuaci biji bunga matahari yang dibawa Nurul. Nurul mendekati Sita yang duduk di pojokan.
Tangannya meraih telapak tangan Sita sambil mengangsurkan bungkusan "Sita ini kubawakan benih bunga matahari. Cobalah menanam lagi, Insha Allah pasti bisa tumbuh kali ini."
Mata Sita berkaca-kaca, tak menyangka Nurul sebaik itu. "Sita, mengapa saat itu aku ingin sekali menanam bunga matahari, meskipun lahan untuk menanam di kontrakan ayahku di kota ini kecil lahannya? Karena aku rindu ibuku. Ibuku dulu gemar menanam bunga matahari dan ayahku begitu pandai membuat kuacinya.”
Mata Sita tambah berkaca-kaca hingga meneteslah air matanya... Dia peluk Nurul begitu rupa sambil berbisik, "Sesungguhnya yang kita miliki adalah apa yang kita berikan pada orang lain dengan ikhlas. Sungguh aku malu kini, jika saja aku tak berbagi biji itu denganmu dulu, tentu justru aku tak akan punya tanaman bunga matahari."
Sita memeriksa biji bunga matahari dari Nurul ada puluhan jumlahnya. Insha Allah akan tumbuh bunga matahari di rumahnya. Roman mukanya kini tersenyum seindah bunga matahari.
 

Kamis, 01 September 2016

ASAP CAIR, PENGAWET MAKANAN ALAMI DENGAN CARA BARU

Dosen Undip Semarang Dr.Frothea Swastawatu membuat terobosan melalui penelitian di bidang pengawetan makanan yaitu metode asap cair (liquid smoke) yg berfungsi menjadi bahan pengawet alami berbagai produk pangan.

Sejak 93 dimulai penelitian asap cair ini. Butuh puluhan tahun bu dosen ini menyelesaikan risetnya. Produk ini telah dipatenkan dg nama La Fronthea Asap Cair.

La Frontea merupakan formula antiseptik yg memiliki khasiat membunuh bakteri. Senyawa kimia dari asap cair itu mampu melindungi makanan dari jamur atau virus shg terhindar dr pembusukan.

Selebihnya bahan2 makanan seperti daging atau ikan cukup disimpan di almari. Sewaktu2 tinggal dimasak.

Asap cair tercipta dari pembakaran kayu yang asapnya kemudian diubah dalam reaktor berbasis tungku tenaga listrik. Proses ini menjadikan asap mencair melalui proses pengembunan.

Terdapat senyawa seperti asam organik, vineker dan fenol yg dikenal memiliki sifat antioksidan dan mengawetkan makanan.

Kamis, 11 Agustus 2016

Perpustakaan Digital IJakarta Menjawab Kebutuhan Siswa Se-Indonesia Terhadap Akses Buku Bermutu

Masa kecilku tinggal di kampung  yang jauh dari hingar bingar perkotaan. Masa dimana listrik baru masuk desa dan teknologi yang masih terbatas.

Ilmu pengetahuan ditularkan dengan perkataan dengan sistem turun menurun. Kadang ilmu-ilmu dari sesepuh yang sudah salah kaprah mau tidak mau harus kami terima tanpa bisa membantah.

Dulu juga dicekoki cerita tentang telur kadal yang menetas sebagian menjadi ular dan sebagian menjadi kadal. Hahaha, bagaimana mungkin itu terjadi kan dari kalau kita tahu ilmu IPA, tentu kita bisa menyangkal, spesies mereka yang berbeda tak mungkin terjadi demikian.

Masa itu buku adalah sesuatu yang langka dan istimewa. Tak jarang di perpustakaan sekolah buku harus kami dapatkan  dengan berebut karena hanya ada satu buku untuk tiap judul yang ada. Saat itu satu judul akhirnya bisa kami baca berulang kali hingga hafal alur dan isinya.

Sungguh tak terbayangkan jika aku harus berjumpa dengan masa  dimana keadaan berubah 180 derajat. Buku bisa aku dapatkan dengan mudah bahkan ada yang murah. Dengan uang Rp.3000,- seharga gorengan 2 biji, buku dan majalah bekas bisa didapatkan di penjual buku bekas. 

Bagi seorang pelajar yang kutu buku, koleksi di berbagai perpustakaan juga tambah beragam dibanding masaku sekolah. Geliat dunia buku dan penerbitan juga sangat berpihak pada mereka. Uhuuu iri hati ini pada kepandaian dan kecerdasan anak-anak sekarang. Sungguh pendidikan mereka saat ini didukung dengan fasilitas yang lebih lengkap dan canggih.


Seorang anak SD saja dengan membaca, mampu membuat ketrampilan rumit dimana itu di jamanku baru bisa dilakukan oleh anak SMA. Apalagi dimasa digital ini, tinggal terkoneksi ke internet dan mengetik kata kunci yang diinginkan, maka tak jarang akan keluarlah ilmu yang diinginkan dan dibutuhkan.


Mau buku apa saja kini anak masa kini tak perlu galau. Perkembangan jaman benar-benar memanjakan mereka. Kini aku tinggal di Jakarta dimana rata-rata anak-anak usia sekolah sudah memegang smartphone. Tak jarang bahkan anak usia TK juga sudah menenteng tablet. Eh…tapi kalau ini, di kampung pun, deman tablet sudah sangat menyebar ke segala penjuru. Keponakanku yang baru lulus TK saja sudah punya smartphone. Sayangnya peranan smartphone di tangan anak-anak baru optimal untuk mengunduh ataupun memainkan game.


Sekali Lagi Jakarta Punya Cerita
Tahukah kamu ? Kini anak-anak TK-pun bisa membaca banyak buku yang mereka inginkan dengan mudah. Tak perlu menghiba minta dibelikan buku di toko buku, ataupun harus pergi bersusah payah ke sebuah perpustakaan. Kini dengan duduk manis di rumah seseorang bisa mengunduh ribuan judul di aplikasi yang bisa diunduh lewat Appstore ataupun GooglePlay.


Jika mengakses lewat laptop, mereka cukup mengunduh aplikasinya di Google dan menginstalnya di laptop. Sedangkan jika lewat smartphone mereka bisa mengunduh aplikasinya di GooglePlay ataupun AppStore dan menginstalnya. 


Bukan Jakarta namanya kalau tak memulai sesuatu yang baru. IJakarta diklaim sebagai aplikasi perpustakaan digital di Indonesia yang pertama. Diklaim lebih dari 3000 judul buku telah dirilis sejak 12 bulan Oktober 2015, dan ditanda tangani peresmiannya pada bulan Mei 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama Ahok) pada puncak peringatan HAnJaBa (Hari Anak Jakarta Membaca

Aplikasi perpustakaan digital berbasis media social IJakarta yang diluncurkan oleh Badan Pusat Arsip Daerah (BPAD) bekerjasama dengann PT.Woolu Aksara Maya ini, bisa diakses seluruh masyarakat.



Meskipun namanya IJakarta, dan awalnya tujuannya untuk masyarakat Jakarta, namun kemanfaatannya bisa diambil oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.

Mereka yang  telah mengunduh aplikasinya lewat  GooglePlay maupun AppStore bisa mulai akses untuk meminjam e-book yang tersedia.

Kini masyarakat bisa  dengan mudah mendapatkan buku-buku berkualitas secara online. Peluncuran aplikasi IJakarta ini didukung oleh berbagai penerbit buku seperti Penerbit Gramedia, Penerbit Pustaka Utama, Penerbit Erlangga, Penerbit Agro Media Group,Penerbit  Mizan, Penerbit Elexmedia Kompetindo, Penerbit  Gramedia Widiasarana Indonesia, Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), Kepustakaan Populer Gramedia, penerbit Kanisius, Penerbit UGM Press, Penerbit UNS Press dan UB Press.


Koleksi buku yang ada dalam perpustakaan elektronik IJakarta ini akan terus bertambah, sehingga buku yang bisa diakses masyarakat akan semakin banyak. Karena akses di IJakarta adalah akses pinjam, maka ini adalah sarana promosi yang murah bagi penerbit tanpa harus mencetak buku terlebih dahulu. Sebuah penerbit bisa mempromosikan buku di IJakarta, disebabkan akses waktu pinjam seseorang di IJakarta terbatas 3 hari saja, baik buku tebal dan tipis. 


Meskipun jumlah judulnya lebih banyak dari buku fisik yang dimiliki Perpustakaan yang dikelola BPAD, namun akses pinjamnya yang  terbatas, membuat pembaca yang ingin membaca lebih lanjut menjadi kurang puas. Maka ini adalah peluang penerbit untuk menjual e-booknya maupun fisiknya. 


Pembaca yang ingin membaca lebih lanjut tapi tak kebagian antrian pinjam bisa menghubungi penerbit bersangkutan untuk membeli e-book ataupun buku fisiknya. Seperti aku misalnya sangat terkesan jika membaca sebuah buku, maka tak segan aku akan membuat anggaran membeli buku tersebut dan mengkoleksinya. Jika aku sudah suka, satu buku bisa kubaca berulang kali bahkan hingga lecek. Xixixixi.



Jadi menurutku keterbatasan akses ini bukan hambatan tapi peluang rezeki untuk yang lainnya. Pembaca mendapat rezeki meminjam gratis 3 hari dan bisa bertambah jika tidak ada yang mengantri buku tersebut, nah pembaca dapat juga berbagi rezeki dengan penerbit dengan cara membeli jika masih kurang puas dengan waktu meminjam. 


Yuk aktifkan Laptop dan Smartphonemu untuk unduh buku bermutu lewat aplikasi IJakarta

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti 'Lomba Menulis Konten Blog' dalam rangka memperingati 'Hari Anak Jakarta Membaca 2016' yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Kamis, 30 Juni 2016

Pembersih Ganteng Buat Si Cantik : Cetaphil Gentle Skin Cleanser


Kulit saya termasuk jenis kulit kering yang lumayan sensitive, jadi begitu dapat tawaran mencoba produk pembersih yang belum saya kenal tentu sudah apriori sebelumnya. Apalagi produk ini tertulis sebagai  ‘Gentle Skin Cleanser’, semakin gak berminatlah saya, ‘gentle’ kan identik dengan laki-laki, hihihi….!
 
Namun setelah browsing sana-sini ternyata sudah banyak yang memakai, maka Bismillah saya coba produk ini. Ternyata produk ini aman digunakan bahkan oleh bayi sekalipun. Ada sebuah testimoni dari seorang  yang punya problem kulit hingga berobat ke Singapura dan untuk terapinya ternyata dokter justru merekomendasikan si ‘Cetaphil Gentle Skin Cleanser’ ini.
 
Kalau melihat bahan-bahannya sebenarnya agak seram juga, deretan nama jenis alcohol berjajar mulai dari Air Murni, Cetyl Alkohol, Propylene Glycol, Sodium Lauryl Sulfate, Stearyl Alcohol, Methyl Hdroxybenzoate, Propyl Hydroxybensoat dan Butyl Hidrobenzoate. Namun anehnya setelah saya dan suami mencoba, rasa nyaman dan kulit lebih terasa lembab kami rasakan.
 
Memang saya belum lama memakainya, namun ruam-ruam akibat alergi keringat berlebih di udara Jakarta yang makin panas beberapa waktu ini berkurang. Setelah saya pakai untuk mandi  seperti menggunakan sabun cair, kulit terasa lembab, esok harinya ruam-ruam yang sedikit meradang akibat biang keringat terlihat mengering hingga di hari ke-7 ternyata bekas ruamnya mengelupas hingga berganti kulit baru yang lebih segar. Jadi saya gunakan cetaphil tidak hanya untuk wajah tapi juga untuk mandi.
 
Suami saya kebetulan kena eksim alias kutu air di kaki karena sering kakinya lembab dan basah. Kondisi eksimnya agak sedikit parah dan berdarah. Setelah coba dibersihkan tiap hari dengan cetaphil gentle skin cleanser selain juga diobati dengan obat eksim, hasilnya mulai kelihatan kering dan mulai terkelupas di bagian kulit yang sakit.
 
Beberapa testimoni di internet menyebutkan produk ini bisa mencerahkan kulit hingga tampil wow, tapi menurut saya itu terlalu berlebihan. Cetaphil menurut saya hanya memberikan kondisi yang lebih bersih dan steril bagi kulit sehingga kuman dan bakteri tidak tambah berkembang biak di kulit.

Sedangkan untuk penghilang jerawat saya belum membuktikan, karena saya sedang tidak berjerawat. Kulit saya kan kering Bo…
 
Tekstur Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini berupa cream kental putih pekat seperti susu tajin (cairan di aronan nasi, tanpa bau yang menyengat dan licin). Jika digunakan dengan air tidak berbusa sama sekali, jadi saya yang biasa mandi pakai sabun berbusa-busa saat pakai cethapil merasa belum mandi. Xixixi…
 
Sedangkan suami saya lebih suka menggunakan cetapil langsung pada kulit, lalu diangkat dengan tisu/kapas. Hasilnya dengan 2 cara berbeda itu, kulit sama-sama terasa lembab seperti baru pakai pelembab.
 
Cetaphil ini dikemasannya memang tertulis lembut, bebas sabun (busa), bisa digunakan oleh semua kulit dan ideal untuk kulit sensitif. Kita bisa menggunakan 2 cara untuk menggunakannya  yaitu :
1.    Dengan air : caranya usapkan pada kulit, gosok dengan lembut lalu bilas dengan air
2.    Tanpa air : usapkan pada kulit, gosok dengan lembut. Lalu  bersihkan dengan handuk.
 
Karena cetaphil gentle skin cleanser ini bukan produk asli Indonesia, diimpor oleh PT. Metro Drug Indonesia dari Galderma Australia PTY.LTD dan diproduksi di Canada, maka jangan heran jika harganya masih lumayan mahal untuk tiap kemasannya dibanding dengan produk pembersih lain. Namun karena pemakaian yang sedikit bisa membersihkan dengan optimal rasanya harga tak lagi patut untuk diragukan.
 
Cetaphil juga tak mudah kita dapatkan di setiap pusat perbelanjaan. Sementara ini Cetaphil baru bisa kita beli di gerai Watson, Century atau Guardian.  Untuk pembelian online, beberapa market place seperti bukalapak dan tokopedia juga ada yang menjual. Harganya kisaranRp.135.900,-  hinggaRp.324.900,-  dari kemasan ukuran 125 ml hingga 1000 ml. Nah harga tiap toko berbeda-beda.
 
Kalau teman-teman masih butuh info lebih lanjut, bisa berlangganan infonya di sini, juga bisa pantengin social media milik Cetaphill Indonesia berikut ini :
Facebook Fans Page : Cetaphil Indonesia
Twitter : @cetaphil_id
Instagram : @cetaphil_id
Youtube: Cetaphil Indonesia

Awalnya ragu untuk mencoba karena kulit saya sensitif dan kini saya merekomendasikan buat kalian yang berkulit sensitive. Meskipun produk ini baru mendapat ijin beredar dari BPOM dengan nomor POM.NE 11130700077, dan belum mendapat sertifikat halal. Intinya saya puas menggunakan cetaphil gentle skin cleanser dalam sepekan ini. Thanks Cetaphil…!


Ini pengalaman saya menggunakan produk cetaphil, bagaimana dengan pengalamanmu? Sharing yuk!

Review ini dibuat berdasarkan pengalaman menulis dan diikutsertakan dalam kompetisi blog Cetaphil Experience

Kamis, 16 Juni 2016

Ngopi Bareng Denny Siregar : Tuhan dalam Secangkir Kopi

"Seberapa cepat masalah kita ingin terselesaikan, berbanding lurus dengan seberapa keras usaha kita untuk menyelesaikannya. Kadang masalah itu seperti cara Tuhan memanggil kita supaya mendekat kepada-Nya. Kalau tidak diberi masalah, kita banyak lupanya."

Jumat, 10 Juni 2016

Meninjau Peraturan Daerah Bermasalah


Apakah Perda Bermasalah Itu?

Perda bermasalah adalah peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah daerah yang dianggap menghambat investasi, perizinan, membebankan  beragam tarif pada masyarakat, termasuk yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Peraturan-peraturan ini dianggap bermasalah oleh berbagai pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha.

Sebuah perda juga dinilai bermasalah jika bertentangan dengan aturan di atasnya, bertentangan dengan kepentingan umum, dan bertentangan kesusilaan.
Presiden Joko Widodo berpendapat, banyaknya  aturan bermasalah itu menyulitkan serta menghambat pengambilan keputusan. Seiring dibukanya era Masyarakat Ekonomi ASEAN, kompetisi antar negara semakin tajam dalam memenangkan persaingan. Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghapus Perda yang bermasalah.

Kajian Kementrian Dalam Negeri menenggarai sekitar 3.266 Peraturan Daerah (Perda) yang menghambat  investasi dan pembangunan. Isi Perda itu juga diduga bertentangan dengan semangat desentralisasi dan otonomi daerah yang selama ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan daerah, daya saing, efektiitas serta kesejahteraan rakyat.
Ada penilaian bahwa para pembuat Perda kerapkali menyalahgunakan kewenangan diskresi, kewenangan khusus. Pemerintah Daerah yang mengatur semua kegiatan di daerah dan  menambahkan pasal yang sesungguhnya tidak perlu. Akibatnya, iklim investasi tidak berjalan baik karena banyaknya aturan yang dibuat. 

Padahal berkembangnya sebuah investasi membutuhkan penyederhanaan prosedur perijinan bersifat lintas sektoral mudah  dan lama sederhana, tidak memakan waktu lama. Sementara Perda bermasalah di atas semakin menambah beban panjangnya waktu dan ekonomi biaya tinggi dalam semua tingkatan prosedur. Perda bermasalah banyak muncul di era otonomi daerah. Hal ini dapat merugikan warga negara bila biarkan dan melemahkan negara dalam penegakkan hukum. 



Uraian diatas merupakan pokok pikiran dari sebuah tema diskusi bulanan, yaitu “Meninjau Perda Inkonstitusional, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik", yang diadakan oleh Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI).

Acara ini berlangsung hari Minggu,  5 Juni 2016 di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya No. 72 Jakarta Pusat. Pembicara dalam acara ini yaitu Bapak Widodo Sigit Pudjianto sebagai Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Bapak Supratman Andi Agtas, Komisi II DPR RI Bapak Arteria Dahlan, Bapak Robert Endi Jaweng dari Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Bapak Harli Muin dari Presidium FAA-PPMI. Sedangkan Bapak Mustakim dari redaktur Viva.co.id bertindak sebagai moderator.

Penyebab Lahirnya Perda Bermasalah
Pemerintah daerah sebenarnya tidak bisa serta disalahkan karena memiliki peraturan daerah yang bermasalah. Beberapa peraturan daerah pada dasarnya sebenarnya lahir atau menjadikan dasar pembuatannya dari  aturan di tataran kementerian/ lembaga, baik berupa peraturan pemerintah (PP) ataupun peraturan menteri (permen).

Beberapa hal yang melahirkan perda bermasalah yaitu :
  1. Banyak undang-undang (UU) yang bertentangan dengan aturan teknisnya. Apalagi sering kali pembuatan UU hanya seperti tambal sulam. Terkadang setiap ada masalah langsung dibuat UU-nya.  Misalnya : UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang melarang adanya ekspor materiil, tapi dalam aturan menteri diperbolehkan. Hal ini menunjukkan pemerintah belum konsisten dengan aturan sendiri. 
  2.  Undang-Undang  yang belum dilaksanakan. Misalnya UU Pangan yang memerintahkan pembentukan lembaga pangan nasional paling lambat dua tahun. Sampai hari ini belum juga belum terbentuk. 
  3.  Perda-perda yang menghambat investasi karena daerah berupaya menggenjot pendapatan asli daerah. Ini disebabkan pembagian dana alokasi umum (DAU) ataupun dana bagi hasil belum menunjukkan asas keadilan. Dalam pembagian tersebut jumlah penduduk menjadi salah satu faktor yang menentukan besar kecilnya dana yang didapat daerah. Bagi daerah di luar Jawa penduduknya sedikit, jadi uang yang diterima sedikit. Inilah kemudian yang disinyalir melahirkan pungutan-pungutan liar di daerah 
Pemerintah daerah sendiri juga memiliki sumbangsih atas perda bermasalah : 
  1. Pemerintah daerah sebenarnya yang berinisiatif untuk membuat perda-perda yang akhirnya dianggap bermasalah. Dia mencontohkan adanya aturan syarat surat keterangan domisili usaha yang dikeluarkan kelurahan. Selain tidak ada aturan di atasnya, peraturan baru  ini sering kali memberatkan para pelaku usaha karena untuk memperolehnya bisa mencapai miliaran.    
  2. Adanya pilkada langsung membuat kepemimpinan hanya terletak pada kepala daerah semata. Kepala daerah dituntut merealisasi apa pun janji kampanyenya. Dalam mewujudkan janji tersebut, segala hal dilakukan, termasuk salah satunya membuat perda-perda yang akhirnya dianggap bermasalah.
Peraturan Daerah dalam masa Otonomi Daerah
Dalam mempertimbangkan penyelesaian permasalahan perda yang bermasalah,  maka  kondisi perimbangan kekuasaan pusat  dan daerah harus dalam keadaan bersinergi. Ketiadaan koordinasi dan sinergi akan menjadi penghalang proses pembangunan yang lebih efektif. Sangat tidak efisien jika pada akhirnya harus mengalkasikan sumber daya untuk melakukan review atau pembatalan perda-perda yang sudah dibuat.

Di satu sisi perda-perda bermaslah jika tidak diletakkan pada tempat yang semestinya, justru akan mendorong  penyimpangan peraturan dalam NKRI baik mendrong pada arah federalism ataupun membentuk negara-negara kecil dalam negara. Dalam sudut pandang ekonomi, jika tetap dibiarkan perda-perda bermasalah ini akan menurunkan iklim investasi dan tingkat kepercayaan pasar. Sebab Perda menjadi acuan utama setiap investor untuk berinvestasi.

Sebuah Prinsip Kehati-hatian dalam Penghapusan Perda Bermasalah
Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Mendagri bahwa penghapusan 3000-an Perda Bermasalah harus selesai di akhir bulan Juli 2016 ini. Namun dalam penghapusan perda-perda ini, sebaiknya Kemendagri menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian.  Ada perimbangan yang harus dipertimbangkan, yaitu perimbangan antara inovasi, inisiatif dan kepentingan daerah dengan kepentingan publik lainnya.

Perda-perda bermasalah memmang harus dihapuskan, bukan hanya untuk mempernaiki sekedar iklim investasi di Indonesia, namun lebih dari itu juga untuk memberikan check, review dan pengawasan kepada pemerintah daerah tingkat I maupun tingkat II.

Inovasi, inisiatif dan kepentingan daerah yang dituangkan dalam perda-perda tersebut, walaupun dinilai bermasalah, merupakan produk kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah dan DPRD setempat, yang membawa mandate dari  rakyat (karena adanya pemilihan langsung) dan menjadi manifestasi demokrasi yang terjadi di level daerah. 

Harus tetap diaga agar tidak terjadi resentralisasi kekuasaan, yang akhirnya akan menyalahi amanat dan semangat reformasi yang memiliki semangat desentralisasi. Proses ini harus tetap mendengarkan aspirasi local dalam membuat kebijakan-kebijakan.

Demikian secuplik catatan saya saat mengahadiri diskusi bulanan FAA PPMI ini bersama beberapa anggota Kumpulan Emak Blogger. 

@alumnippmi #diskusitalkperda