Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.

Selasa, 25 Juni 2013

Maukah Kamu Dimadu Saudariku ???

 “ Hiks...hiks...Aku baru saja menangis….Haru! Calon istriku tadi ngomong baik-baik, membolehkan aku poligami, coz bakal jauh, padahal nikah aja belum…”, sebuah sms terkirim dari seorang karib saya di tengah malam, hampir pukul dua belas malam. Sepertinya dia tak bisa terlelap malam itu, hingga perlu mengirimkan sms itu di tengah malam pada nomer saya. Saya terbangun merenung akhirnya, setelah membaca sms tersebut sebelum kemudian membalasnya.

Karib saya Insya Allah akan menikah dengan seorang gadis di seberang pulau, calonnya seorang dokter yang masih harus menjalani PTT hingga dua tahun ke depan di luar pulau dan di daerah terpencil, sedangkan kini dia tengah mengembangkan karier di Jawa, dan dalam waktu dekat belum memungkinkan mereka untuk bersatu tempat tinggal setelah menikah bulan depan. Yah…sepertinya mereka harus mengalami long distance cukup lama…

)))0(((

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa : 3]

Tak hendak sebenarnya saya membahas masalah ini, bukan hanya karena hal ini masih menjadi polemik dan pro kontra, yang pasti masyarakat kita kebanyakan belum bisa menerima salah satu hal yang sebenarnya tidak dilarang oleh Allah ini.... dari pernikahan Ust. Kondang A’a Gym yang menuai kontroversi ataupun sekedar novel dan film Ayat-Ayat Cinta yang diklaim tlah memunculkan virus poligami ini. Namun semata karena saya belum menikah dan saya tak mau menjilat ludah saya kembali nanti, ketika mungkin pendapat saya kini ternyata tak sama dengan pendapat saya kelak beberapa waktu setelah saya menikah nanti, hanya itu alasannya.

Namun mau tak mau silaturahmi saya ke rumah sepupu saya di Madura 2 tahun lalu membuka cakrawala saya. Seminggu di sana cukuplah membuat saya berfikir dan menganalisis keadaan yang ada. Sepupu saya tak pernah menceritakan bagaimana keadaan keluarga suaminya yang mana mereka masih tinggal serumah dengan mertua sampai saat itu, jadilah saya yang menganalisis dan mencoba memahami situasi begitu sampai di sana. Ternyata seorang wanita yang dipanggil dengan nama mbak Yayuk oleh sepupu saya sebenarnya adalah istri kedua mertua laki-lakinya. Dan wanita penderita stroke yang setengah lumpuh yang dipanggil ibu adalah istri pertama yang merupakan ibu dari suami sepupu saya.

Setengah tak percaya saya menyadari hal ini, bagaimana mungkin para madu bisa rukun tinggal satu rumah. Bagaimana tragedi kecemburuan istri Rasulullah.saw begitu membekas di sejarah kenabian. Cemburu merupakan tanda adanya cinta, mustahil orang yang mengakui mencintai kekasihnya (suaminya/istrinya) tidak memiliki rasa cemburu. Cemburu merupakan tanda kesempurnaan cinta, akan tetapi cemburu bisa tercela apabila terlalu berlebihan dan melampui batas. Aisyah radhiyallahu anha adalah seorang wanita pencemburu hal ini terjadi karena begitu besar rasa cintanya kepada kekasihnya yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.Nah, marilah kita simak kisah beliau ;Dari Aisyah, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam keluar dari rumahnya pada suatu malam.Aisyah menuturkan, “Maka akupun menjadi cemburu kepada beliau sekiranya beliau mendatangi istri yang lain. Kemudian beliau kembali lagi dan melihat apa yang terjadi pada diriku.

“Apakah engkau sedang cemburu?” tanya beliau.

“Apakah orang semacam aku ini tidak layak cemburu terhadap orang seperti engkau ?

”“Rupanya syetan telah datang kepadamu”, sabda beliau

Dari Aisyah, dia berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang pandai masak seperti halnya Shafiyah. Suatu hari dia membuatkan makanan bagi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, yang ketika itu beliau di rumahku.Seketika itu badanku gemetar karena rasa cemburu yang menggelegak. Lalu aku memecahkan bejana Shafiyah. Akupun menjadi menyesal sendiri. Aku berkata,”Wahai Rasulullah, apa tebusan atas apa yang aku lakukan ini?”

Beliau menjawab, “bejana harus diganti dengan bejana yang sama, makanan harus diganti dengan makanan yang sama” (ditakrij Abu Daud dan An-Nasa’i). Ataupun masih kita ingat tragedi tentang madu yang dirusak oleh beberapa istri Rasulullah, yang hampir saja membuat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengharamkan meminum madu, sebelum datang peringatan dari Allah

Beberapa hari sempat saya memendam pertanyaan, bagaimana ibu mertua sepupu saya bisa ikhlas menerima dirinya dimadu? Ternyata mbak Yayuk adalah madu yang dipilih sendiri oleh Bu Tuti mertua sepupu saya, usianya sepantaran dengan anak pertamanya. Setelah bu Tuti sempat menderita stroke yang hampir membawanya berpulang 20 tahun lalu, namun atas kuasa Allah ternyata beliau masih hidup namun cacat, sehingga tidak bisa melaksanakan salah satu kewajibannya sebagai seorang istri. Masih saya saksikkan suaminya masih setia menungguinya, menuntun langkah kakinya atau menemaninya menonton siaran kuliah Subuh di Televisi kegemarannya. Dari pernikahan suami dan madunya seorang putri usia SMP juga hidup dengan rukun diantara mereka.

Penasaran masih melingkupi benak saya, untunglah sehari sebelum saya pulang dari Madura, Bu Tuti mungkin melihat kebingungan saya yang kadang salah kepada Bu Yayuk, saya selalu salah mengatakan Bu yayuk adalah anaknya, akhirnya beliau bercerita, dan ada satu kalimat yang saya ingat dan saya garis bawahi “ ….seorang istri yang baik adalah istri yang berusaha membuat suaminya berbahagia !” dan itulah jawaban rahasia atas pertanyaan saya beberapa waktu.

)))0(((

Dan seringkali wanita begitu posesif mencintai laki-laki, meskipun ini tak bisa digeneralisir, teringat ibu seorang kawan begitu down ketika suaminya meninggal. Beliau jatuh sakit dan tak lama kemudian menyusul suaminya pergi menghadap Allah. Atau saya sebagai lajang yang kadang hari ini seringkali memperhatikan perubahan-perubahan sahabat-sahabat saya setelah menikah, mulai dari seringnya sedikit-sedikit menghubungi suaminya padahal dulunya makhluk paling cuek sedunia (he...he...bukannya mupeng!), dan mereka perlu sejuta alasan kini untuk mempunyai acara bersama teman-temannya yang lajang. Inilah seringkali yang membuat saya menjadi makluk yang patah hati ketika sahabat saya menikah , saya jadi merasa sendiri...hiks...hiks... :)

Teringat pula seorang teman sewaktu dia belum menikah, dia begitu idealis ingin berbagi kebahagian dengan para teman wanitanya yang belum juga tertakdirkan menikah dan dia berniat jika telah menikah dia akan rela suaminya berpoligami, namun nyatanya dia akhirnya dia sekarang merasa tak rela. Dalam sebuah diskusi yang memperbincangkan tentang banyaknya wanita lajabg dengan usia matang saya sempat melontarkan pendapat "tak ada salahnya jika pilihan yang diambil adalah sebuah poligami, dan apa pendapatnya "OK! lah Sari kamu berpendapat begitu... aku tak yakin kalau kamu sudah punya suami kamu akan berkata dengan begitu ringannya, nyaris pendapatku dulu seelum menikah tak jauh dari pendapatmu :)" tersenyum kecut saya mendengar sanggahannya. tapi bagaimanapun setiap orang berhak punya pendapat....

Kutipan ungkapanTeh Ninih di sebuah tabloid sempat membuat saya berlinang air mata, ....”. Bagaimanapun sebuah pilihan logis seorang istri, tentu ia lebih memilih suaminya untuk berpoligami daripada sang suami berzina. Beliau berusaha memanajemen hati untuk ikhlas menerima ’Aa Gym menikah kembali bahkan beliau yang memilih siapa yang menjadi madunya. ”Kalau selama ini kita mencoba menjadikan Allah sebagai cinta tertinggi, rasanya saya malu jika saya kemudian bersedih atas takdir ini, sungguh semua ini adalah ujian bagi saya siapakah yang paling saya cintai.....”

)))0(((

Beberapa waktu saya saksikkan, guyonan-guyonan di seminar pernikahan dan pengajian banyak dari para ustadz dan trainer yang menyinggung tentang masalah poligami, dan ini diikuti protes keras para ibu-ibu di area tanya jawab. Terkesan sekarang para bapak-bapak mulai terprovokasi dan sering mengancam istrinya dengan poligami meskipun hanya sebatas guyonan. Namun konsekuensi dari poligami tak sederhana seorang suami harus bisa adil membagi segalanya. Lagi –lagi saya bertindak sebagai makhluk pemerhati sosial, dan saya bertanya dalam hati... apakah saya rela dimadu?

Iseng-iseng saya mengadakan survey, mulai dari teman kerja, teman pengajian, sahabat-sahabat saya bahkan juga teman –teman di dunia maya termasuk facebook . Dari beberapa responden yang terdiri dari wanita dan  pria menyatakan ; 30 % setuju tanpa syarat yang suaranya banyak pada lelaki, 45% setuju adanya poligami tapi dengan syarat, sedangkan 20 % menolak keras-keras, dan 5 % no coment dan bosan dengan tema tersebut.

)))0(((

Seorang teman yang akan melangsungkan pernikahan begitu berempati ketika melihat sahabatnya belum menikah sempat mempunyai pernyataan begini ”...jika sampai suatu saat nanti kamu juga belum tertakdirkan menikah, maukah kamu berjuang bersamaku, menikah dengan suamiku ?”

Sontak sang sahabat merah padam, dan mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba menjadi melankolis, ”Walah-walah suamimu bujang aja aku gak mau lho...apalagi sudah punya istri, hi...hi...!”

)))0(((

Satu hal selain sebuah doktrin dalam Al Qur’an kitab suci kita umat Islam yang tidak kita sangsikan kebenarannya, bahwa Dia (Allah) tak melarang poligami. Perlu disadari laki-laki mencintai wanita seperti wanita mencintai anak-anaknya. Bagaimana tidak kisah Abdurrahman bin Auf sang saudagar terkenal, Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan yang mula-mula masuk Islam; termasuk kelompok sepuluh yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga; termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah (sebagai formatur) dalam pemilihan khalifah sesudah Umar bin Khattab r.a.; dan seorang mufti yang dipercayai Rasulullah saw. untuk berfatwa di Madinah selagi beliau masih hidup di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin.

Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah saw. masuk ke rumah Al-Arqam, yaitu dua hari sesudah Abu Bakar ash-Shidiq masuk Islam. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Pendiriannya teguh dan senantiasa teguh. Dia menghindari dari kekejaman kaum Quraisy, tetapi selalu setia dan patuh membenarkan risalah Muhammad. Kemudian dia turut pindah (hijrah) ke Habasyah bersama-sama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan kaum Quraisy yang senantiasa menerornya.

Tatkala Rasulullah saw. dan para sahabat beliau diijinkan Allah hijrah ke Madinah. Abdurrahman menjadi pelopor bagi orang-orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam perantauan, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar. Maka Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi' al-Anshari r.a.

Pada suatu hari Sa'ad berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, "Wahai saudaraku Abdurrahman! Aku termasuk orang kaya di antara penduduk Madinah. Hartaku banyak. Aku mempunyai dua bidang kebun yang luas, dan dua orang istri. Pilihlah olehmu salah satu di antara kedua kebun itu, kuberikan kepadamu mana yang kamu sukai. Begitu pula salah seorang di antara kedua istriku, akan kuceraikan mana yang kamu senangi, kemudian aku nikahkan engkau dengan dia."

Jawab Abdurrahman bin Auf, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Saudara, kepada keluarga Saudara, dan kepada harta Saudara. Saya hanya akan minta tolong kepada Saudara menunjukkan di mana letaknya pasar Madinah ini?"

Sa'ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi, cikal bakal Abdurrahman Bin Auf kelak maju bisnisnya.Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Abdurrahman menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Perniagaannya selalu meningkat dan berkembang. Kafilah dagangnya terus-menerus hilir mudik dari dan ke Madinah mengangkut gandum, tepung, minyak, pakaian, barang-barang pecah-belah, wangi-wangian dan segala kebutuhan penduduk.
Dari kisah inilah saya sempat berfikir...Waduh, kalau saya menjadi salah satu istri dari Sa’ad, rasanya bagaimana ya, sedih tentu....padahal saya telah mencintai suami saya dengan posesif tapi nyatanya suami saya justru menawarkan saya pada orang lain...Hiks...!


Terlepas saya kini telah menikah ataupun belum saya tetap berfikir jika poligami bisa memberikan solusi atas banyaknya wanita lajang dengan usia matang....


)))0(((


Turut berduka cita atas wafatnya bu Tuti yang mengispirasi tulisan ini di Sumenep Madura karena stroke pada 14 Mei 2010, Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal baiknya…. Amin!

*Tulisan ini saya buat ketika saya masih lajang ^_^.

Jumat, 17 Mei 2013

BROS BUNGA POMPOM PELANGI FLANEL

Suatu ketika saya ingin membuat kreasi flanel tanpa menggunakan benang dan jarum namun hasilnya tetap cantik, manis dan tentu berkesan mewah. Anda pun bisa membuatnya, jika berlebih bisa juga dijual untuk souvenir.  Maka hadirlah bros pompom pelangi. Yuk, kita cermati cara membuatnya.

Bahan :
Kain flanel 7 warna (merah, merah muda, ungu tua, kuning muda, biru muda, putih, hijau muda).
Lem bakar/ lem tembak
Peniti bros

Cara Membuat :
  1. Buatlah pola lingkaran dengan diameter 10 cm pada kardus bekas bungkus susu bubuk instant kotak.
  2. Buatlah masing-masing satu lingkaran pada tiap warna flanel dengan bantuan pola kardus. Jiplaklah terlebih dahulu pola pada kain flanel dengan pensil 2B.
  3. Gunting kain flanel menjadi lingkaran sesuai pola.
  4. Kain 7 warna tadi masing-masing dilipat menjadi 4 bagian, hingga mirip kerucut. Diberi lem pada ujungnya agar lipatannya tidak rusak.
  5. Jika semua sudah terlipat lalu disusun dengan mempertemukan tiap ujung kerucut. Diatur sedemikian rupa hingga terbentuk bunga yang cantik. Diberi lem pada pertemuan ujung tiap warna kerucut.
  6. Buatlah  1 lingkaran dari kain flanel dengan warna sembarang (bisa memanfaatkan perca flanel) dengan diameter 3 cm. Lalu tempelkan pada ujung pertemuan tiap kerucut kelopak bunga pompom tadi. Lingkaran ini berfungsi sebagai alas tempat menempelkan peniti bros.
  7. Terakhir tempelkan peniti bros. Jika lem telah kering bros telah siap dipakai pada gaun, jilbab ataupun juga atasan Anda. Jika ingin mengemas gunakan plastik transparan, bening dan kaku, atau bisa juga dengan box kardus betutup mika bening. Selamat Mencoba!
Tsabitah Flanel Craft Creation menerima partai besar untuk souvenir. Dengan bungkus kemasan plastik dan kartu ucapan  harga Rp.3.000/pcs. Dengan kemasan box mika dan kartu ucapan harga Rp.4000/pcs.
085645008668

KEHILANGAN KATA

Telah hilang kata di ujung jendela
Cari dan cari kembali sebelum semuanya musnah
Tanpa geliat gundah
Penuh resah
Hampa
Rindu samudra.

Jumat, 29 Maret 2013

RESEP PERKEDEL BANDENG TAHU

Bahan-bahan :
200 gr fillet ikan bandeng
1 butir telur
1 buah tahu ukuran besar
1 sdt merica halus
3 sdt garam
8 butir bawang merah
3 butir bawang putih
200 ml minyak goreng
75 gr tepung terigu
100 cc air 
 1/2 butir perasan jeruk nipis

Cara membuat :
  1. Campur semua bahan kecuali tepung terigu dan minyak goreng, tambahkan air secukupnya. Lalu blender hingga lembut dan tercanpur rata.
  2. Campurkan adonan hasil blenderan dengan tepung terigu, uleni hingga kalis. Anda bisa mengurangi air dan menambah tepung terigu untuk membuat adonan kalis.
  3. Bentuk sesuai selera, lalu goreng dalam minyak panas.
  4. Tunggu hingga matang dan sajikan.
  5. Selamat mencoba.
Tips : fillet bandeng bisa diganti dengan fillet ikan teri ataupun ikan yang lainnya :D


Rabu, 27 Maret 2013

JIKA KAMU DIBENCI

Pernahkah kamu dibenci dan merasa tertekan dengan keadaan itu, jangan begitu teman. Cuekin saja...! Ada yang benci  kamu, santai saja....!

Ingat petuah Pak BJ. Habiebie ini. "Ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka"~BJ Habibie



Selasa, 26 Maret 2013

RESEP SAYUR ASEM JAKARTA

Bahan-bahan :
  • Berbagai sayuran segar (saya beli dalam kemasan yang sudah tercampur) seperti : daun melinjo muda, melinjo segar yang masih berkulit, buah Terung, buah Nangka muda, kacang tanah, kacang panjang, labu siam, jagung muda, pepaya muda
  • daun salam 5 lembar
  • lengkuas 5 cm
  • garam 2 sendok teh
  • terasi 1 sendok teh 
  • 7 butir kemiri
  • gula 1 sendok teh
  • 7 buah bawang merah
  • 4 buah bawang putih
  • 2 buah cabai keriting (cabe besar) yang dihaluskan - bisa dihilangkan jika tak ingin pedas.
  • air 500 ml
 Cara Membuat :
  • Petik dan cuci bersih sayuran segar.
  • Haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam dan lengkuas.
  • Didihkan air
  • Masukkan bumbu dan sayuran
  • Tunggu hingga mendidih kembali dan sayuran empuk
  • Matikan api dan hidangkan selagi hangat, bisa dimakan di tengah hari yang panas.

RESEP AYAM BAKAR ISTIMEWA


Bahan-bahan :
8 buah paha / dada ayam
1 buah jeruk nipis
1 sendok teh garam
2 batang serai
8 lembar daun jeruk
5 lembar daun salam
2 sendok makan kecap manis
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh air  asam jawa
250 ml air
2 sendok makan minyak goreng

Bahan Yang Dihaluskan :
10 butir bawang merah
4 butir bawang putih
2 sendok makan jahe halus
2 sendok makan lengkuas halus
2 buah cabe merah keriting (cabe besar)- bisa dihilangkan jika tak ingin pedas
1 sendok teh garam
1 sendok makan kunyit halus
1/2 sendok teh ketumbar halus
10 butir kemiri

 Cara Membuat :
  1. Cuci bersih ayam dengan bantuan irisan jeruk nipis untuk menghilangkan amis.
  2. Bahan-bahan yang sudah dihaluskan ditumis dalam api sedang, lalu campurkan air, gula, merica, kecap, air asam, daun jeruk, daun salam, batang serai dan garam. 
  3. Masukkan ayam yang sudah dibersihkan dalam wajan bumbu.
  4. Tutup wajan dan tunggu hingga bumbu mendidih sambil sesekali balik ayam agar tercampur bumbu. Istilahnya diungkep.
  5. Jika sudah empuk ayamnya matikan api dan tiriskan ayam.
  6. Ayam yang sudah tiris bisa dibakar dengan  teflon, fancy grill, double pan, atau bakaran tradisional.
  7. Sesekali olesi ayam yang dibakar dengan sisa bumbu ungkepan.
  8. Ayam bakar bisa disajikan dengan sambal tomat dan lalapan, atau dengan sayur asam dengan pelengkap sambal tomat.
  9. Selamat menikmati.
Tak sempat memasak dalam jumlah besar? Pesan saja ke saya 085645008668