Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.

Selasa, 08 Januari 2013

Dongeng, Mitos dan Legenda

Dongeng (Folktale)
Dalam dongeng, cerita tak dianggap benar-benar ada, bahkan oleh pengarangnya. Dongeng juga tidak terikat waktu dan tempat.

Antti Aarne ahli folklor dari Findlandia tahun 1910 menulis buku yang menguraikan jenis-jenis dongeng dan tahun 1928 juga tahun 1961 diperkaya oleh Stith Thopson dari Indiana University. Dia membagi dongeng menjadi empat :
  1. Dongeng Binatang disebut juga Fabel
  2. Dongeng Biasa, tokohnya manusia dengan suka-dukanya, misal Cinderella, Bawang Merah dan Bawang Putih, Snow White, Beauty and The Beast
  3. Dongeng Lelucon
  4. Dongeng Berumus, punya tiga bentuk: Berantai(bertimbun banyak), dongeng untuk mempermainkan orang dan dongeng yang tak memiliki akhir.
Mitos
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh pemilik cerita. Mitos di pulau Jawa misalnya: tumbuhan padi dianggap dari jenasah Dewi Sri.

Legenda
Ia mirip dengan mitos dan merupakan bauran antara fakta dan fiksi. Bedanya pelaku legenda adalah manusia(walau kerap kali punya sifat yang luar biasa). Ada empat macam legenda :
  1. Legenda keagamaan, misalnya cerita seputar Walisongo, Syeh Siti Jenar dan para tokoh yang dianggap suci lainnya.
  2. Legenda alam ghaib, misalnya cerita Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong dan Genderuwo dari  Jawa Timur.
  3. Legenda perseorangan, misalnya Ande-Ande lumut,Kethek Ogleng
  4. Legenda setempat, misalnya asal mula nama Tengger, Banyuwangi, Surabaya, Legenda Tangkuban Perahu, terjadinya Gunung Bathok dan lain-lain.
Sumber : Buku Sakti Menulis terbitan PT Kismus Bina Tadzkia, Tahun 2004


Sabtu, 05 Januari 2013

Lomba Menulis "Kisah Seru Keluarga Nissin 2012”


Apa itu lomba penulisan " Kisah Seru Keluarga Nissin ? "

Kegiatan lomba ini adalah menulis kisah seru tentang keluarga bersama Nissin Wafers. Berisi pengalaman kamu bersama keluarga dalam hal menikmati Nissin Wafers.
Tujuan penulisan ini adalah berbagi pengalaman kepada NissinLover lainnya tentang keseruan bersama keluarga dalam menikmati Nissin Wafers, karena setiap keluarga pasti mempunyai kisah seru yang pantas untuk diceritakan dan akan menjadi sebuah kenangan.
Apa saja yang bisa ditulis ?

Pengalaman apa saja bersama keluarga yang mempunyai hubungan dengan Nissin Wafers.
Siapa yang boleh ikut?

Semua kalangan masyarakat umum

MEKANISME LOMBA
·         Peserta : Blogger, Masyarakat umum WNI, tinggal di Indonesia
·         Naskah cerita yang dikirimkan harus berbahasa Indonesia maksimal 2500 karakter
·         Tidak boleh mengandung pornografi, SARA, adu domba, dan "brand lain" yang tidak berhubungan dengan tema “Kisah Seru Keluarga Nissin"
·         Mengandung ide baru yang orisinal, tanpa ada copy-paste content dari web/blog lain
·         Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran online
·         Setelah mendaftar, peserta harus memverifikasi data lewat email yang di daftarkan
·         Peserta wajib memfollow Twitter @nissinwafers Sebagai Syarat Mutlak
·         Peserta wajib melakukan Like Facebook Page “Nissin Wafers” sebagai syarat mutlak
·         Tulisan artikel di website yang diikutsertakan lomba wajib diposting melalui www.KeluargaNissin.com
·         Verifikasi peserta akan terus dilakukan terutama mengenai keaslian tulisan dan identitas diri yang harus di isi dengan benar.
·         Jika peserta lomba tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan dan terlihat adanya indikasi kecurangan maka akan langsung DIGUGURKAN.
·         Semua naskah cerita yang diikutsertakan dalam lomba ini menjadi milik Nissin Wafers
  • Pendaftaran dan Lomba akan dimulai tanggal 19 Desember 2012
  • Lomba akan ditutup pada tanggal 25 Januari 2013
  • Pemenang akan diumumkan di Fanpage “Nissin Wafers” & twitter @nissinwafers pada tanggal 28 Januari 2013
  • Juara 1 : Uang tunai sebesar 1 Juta Rupiah
  • Juara 2 : Uang tunai sebesar 750 Ribu Rupiah
  • Juara 3 : Uang tunai sebesar 500 Ribu Rupiah
·         Info lebih lanjut :

Facebook Page: "Nissin Wafers"
·         Twitter: @nissinwafers
·         Website : www.nissinwafers.com
http://keluarganissin.com/main.php?act=pendaftaran

Kamis, 27 Desember 2012

BUAT TEMPE DI RUMAH SENDIRI YUK...!

Yang pertama kali itu selalu mengesankan, dan inilah pengalamanku membuat tempe sendiri. Meskipun harga tempe di pasaran lumayan murah meriah, bukanlah hal yang aneh jika kita ingin mencoba membuat tempe. Apalagi kita tahu seringnya tempe yg ada di pasar dicampur jagung bahannya. Kita tak benar-benar makan tempe kedelai murni. Meskipun sedikit repot, jika percobaan pertama kita berhasil, maka bahagia begitu menyeruak di dada. Tak percaya? Coba aja!

Jangan-jangan jika berhasil, anda akan tertarik berbisnis tempe dengan memproduksinya sendiri. Wih...pedagang di pasar bakal dapat pesaing baru nih. Tak apalah memang 9 dari 10 jalan rezeki seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah saw. adalah berniaga alias berdagang alias berbisnis.

"Malu ah, jualan tempe. Bisa turun gengsi lah gue!" , mungkin itu ujar anda. Mengapa mesti malu lho? Rasulullah panutan kita juga seorang pedagang. Dan ingat seorang sahabat Rasulullah yang bernama Abdurrahman bin Auf yang terkenal kaya raya adalah seorang pedagang. Sesaat setelah hijrah ke Madinah ia sempat tak punya apa-apa. Seorang sahabat yang terlebih dahulu hijrah menawarkan harta untuk dibagi dengannya, namun dia menolak dan meminta ditunjukkan lokasi pasar yang paling dekat. dari sanalah ia memulai bisnisnya yang mengantarkannya menjadi kaya raya.

Ha...ha...kok ngelantur jadi ngomong jualan tempe, saya kan di sini dalam rangka membagi resep membuat tempe. Oke deh saya mulai:
Bahan-bahan :
Kedelai 1 kilogram
Ragi tempe 1/5 sendok makan
Air secukupnya untuk mencuci, merendam dan memasak

Pelengkap :
Plastik atau daun untuk membungkus

Alat-alat:
Baskom untuk mencuci dan merendam kedelai
Panci untuk mengukus/ merebus
Kompor / tungku
Almari makan yang gelap dari cahaya untuk membantu proses peragian

Cara membuat :
  1. Tampi kedelai mentah dari berbagai kotoran seperti kulit, batu, ataupun serangga dan berbagai kotoran yang lain.
  2. Cuci bersih kedelai yang sudah ditampi.
  3. Masukkan dalam air mendidih dan upayakan kedelai tercelup semua bagiannya. Rebus hingga kedelai setengah matang kurang lebih 1 jam.
  4. Beberapa resep yang pernah saya temui meminta kita merendamnya 12 jam ataupun semalam, untuk mempermudah pemisahan kulit ari dengan biji kedelai.Tapi jika anda bisa dengan mudah mengelupas kulitnya anda tak perlu merendamnya dengan air rebusan. Silahkan langsung kelupas kulitnya. Cara mengelupas kulit ari pada pedagang tempe tradisional biasanya dengan cara diinjak-injak dengan kaki. Hiyy....! Inilah yang salah satu yg membuat saya semangat belajar bikin tempe. Alhamdulillah percobaan pertama saya berhasil secara mengingat-ingat cara tetangga saya di kampung bikin tempe. Nah jika anda membuatnya hanya sedikit, anda bisa mengelupas kulit ari kedelai dengan jari tangan manual, seperti bikin kacang klici. Sedangkan jika anda ada tumbukan anda juga bisa memakai tumbukan. Intinya terserah upaya anda untuk menjadikan kulit kedelai terkelupas.
  5. Langkah selanjutnya adalah mencuci bersih kedelai dan pisahkan kulit dari bijinya. Caranya rendam kedelai yang baru ditumbuk tadi dengan air hingga terendam semua. Kulit kedelai yang mengapung segera sanda angkat dan buang.
  6. Jika kedelai telah bersih dari kulitnya sebenarnya aniskada tak perlu menunda memberikan ragi pada esok harinya. Anda harus segera merebus ulang kedelai kupas tadi, untuk membuatnya steril dari kuman-kuman setelah proses pengupasan tadi. Kurang lebih 1 jam anda merebus kedelai hingga empuk. Ada juga yang memberi arahan dengan mengukus, tapi saya lebih suka merebusnya.
  7. Setelah diangkat, tiriskan kedelai masak tadi. Tunggu hingga dingin.
  8. Sementara itu aduk ragi segelas dalam air dingin (anda bisa memakai air matang untuk  menghindari kuman).
  9. Lalu rendam sambil diaduk-aduk merata kedelai yang telah ditiriskan tadi dalam air ragi. tunggu 20 menit.
  10. Tiriskan kedelai masak dari ragi, tunggu hingga  benar-benar tiris.
  11. Cetak dalam kantong plastik atau daun. Beri lubang-lubang dengan sendok garbu.
  12. Masukkan dalam almari  kedap cahaya, tunggu 24 jam.
  13. Setelah 24 jam angin-anginkan dan bisa diperlihatkan pada cahaya matahari, biasanya ragi telah bekerja meskipun belum rata dan tempe mulai mengeras.
  14. Setelah 24 berikutnya tempe sudah bisa dikonsumsi. 
Oh ya, foto menyusul ya, ini saya agak meriang jadi penegn bobok lebih awal:). Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya:D.

Tips : Jika anda susah mendapatkan ragi tempe, buatlah ragi tempe sendiri. Caranya iris tempe segar tipis-tipis lalu jemur hingga kering. Langkah selanjutnya haluskan, anda bisa menggunakan blender untuk menghaluskan atau dengan cobek. Terakhir keringkan benar-benar sebelum disimpan jika anda belum akan menggunakannya secepatnya.


Senin, 24 Desember 2012

Jakarta dan Rinduku pada Air Bersih

Jakarta! Aku Datang...!
Falsafah ‘Gething iku nyanding’  yang sering saya dengar dari sesepuh saya yang merupakan Tiyang Jawi(orang Jawa) tulen ternyata terbukti. Jujur tak ada dalam  mimpi saya, hidup menetap dan rela berikrar sebagai orang Jakarta selamanya. Gething iku nyanding’  yang  berarti jika membenci biasanya justru akan dekat dengan sendirinya, ternyata terbukti.
Yah, saya mungkin lupa tentang sebuah nasehat yang pernah dipopulerkan oleh Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib bahwa “membencilah sesuatu seperlunya dan mencintailah seperlunya, siapa tahu suatu saat kau akan mencinta sesuatu yang kamu  benci dan bisa jadi kamu akan membenci sesuatu yang kamu cintai” hingga akhirnya saya harus mendapat pelajaran itu dengan kenyataan yang saya alami.
Menginjakkan kaki di Jakarta awalnya impian saya waktu kecil, siaran TVRI, stasiun televisi yang pertama kali ada di kampung saya, telah mengekspos Jakarta dengan sedemikian rupa. Wow, Jakarta itu indah bak negeri dongeng yang tidak bisa saya lihat secara langsung dari kampung saya di pelosok Blitar. Ada Pak Presiden, ada para artis juga ada beberapa tokoh terkenal yang  ada di sana. 
Saat saya kecil, saya tak pernah punya pikiran, kalau Jakarta itu penuh sesak, kotor, penuh polusi baik air, tanah maupun udaranya,  juga tindak kriminal tinggi, sama sekali tak ada pikiran tentang hal itu.Trip juga wisata keluarga kami rata-rata tak begitu jauh dari pusaran Jawa Timur dan sekitarnya. 
Orang tua saya punya pengalaman singgah di Jakarta sewaktu muda sebenarnya juga tak punya memori buruk tentang kondisi Jakarta tempo dulu. Namun beberapa kali saya ijin pergi ke Jakarta tak pernah diijinkanan. Sewaktu masih mahasiswa dan hobi berdemo, juga ikut seminar plus pelatihan di sana-sini tak diijinkan pergi ke Jakarta. Sedangkan setelah lulus kuliah saya juga tak diijinkan pergi ikut serangkaian tes recruitment job yang diselenggarakan di Jakarta. Wah, sepertinya ini adalah efek televisi yang memberitakan tentang hal-hal negatif seputar Jakarta. Bapak saya yang penggemar news di TV bisa kuat berjam-jam menonton berita TV meskipun beritanya nyaris diulang-ulang beberapa siaran stasiun TV.
Jakarta dan polusi adalah suatu hal yang berat penyelesainnya





www.pureitwater.com/ID/

Sabtu, 17 November 2012

RESEP REMPEYEK RENYAH


Iwak Peyek...Iwak Peyek Nasi Jagung....
Lagu yang cukup populer beberapa waktu terakhir menjadikan anak-anak juga begitu fasih mendendangkannya, namun banyak yang tak tahu apa sih "Peyek" itu?

Hi...hi...keponakan saya yang berusia TK bahkan tak tahu apa yang namanya "Peyek" yang sering ia nyanyikan itu. Apakah anda juga belum tahu? Jangan-jangan begitu juga:D. Okelah, akan saya bocori apa sih yang dimaksud "peyek" itu?

Peyek atau rempeyek adalah sejenis keripik yang terbuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka. Rasanya gurih asin. Sepanjang sejarah saya membuat rempeyek, baru kali ini saya merasa berhasil. Selama ini rempeyek yang saya buat selalu tebal dan tidak renyah. Bagi Anda yang selama ini merasa gagal dalam membuat rempeyek seperti saya pada awalnya, bolehlah mencoba resep ini.

Bahan :
  • Tepung beras 200 gram
  • Tepung tapioka / kanji / sagu 2 sendok teh
  • Air 200-250 gram
  • Telur ayam 1 butir
  • Daun jeruk 5 lembar iris tipis
  • Teri medan kering 50 gram
  • Minyak goreng 750 ml
  • Margarin 2 sendok makan
Bumbu Halus :
  • Bawang  putih 3 siung
  • Kunyit 1 cm
  • Ketumbar 1/2  sendok teh
  • Kemiri 2 butir
  • Garam 2 sendok teh atau sesuai selera
Cara Membuat :
  1. Campur tepung beras, tapioka dan bumbu halus.
  2. Tambahkan telur dan air sedikit demi sedikit diaduk hingga rata.
  3. Masukkan daun jeruk, aduk rata.
  4. Panaskan minyak goreng dan tambahkan margarin. Ambil 1 sendok sayuran adonan tambahkan teri medan secukupnya.
  5. Tuang adonan pada tepi penggorengan. Siram-siram dan goreng hingga matang dan kering.
  6. Angkat dan tiriskan, lakukan hingga adonan habis.
  7. Sajikan.
  8. Jika ingin mengemas tunggu rempeyek dingin.
Jika Anda tak sempat membuat, saya menerima pesanan berbagai macam rempeyek. Silahkan Anda request keinginan Anda. Bisa rempeyek udang, kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, teri, teri medan. Harga mulai Rp.10.000,- per bungkus. Pemesanan di 0856-4500-8668.

Selasa, 13 November 2012

MEMANGGANG SATE AYAM DENGAN TEFLON

Pernahkan keidean memanggang sate dengan teflon? Saya sangat hobi makan sate, kebetulan pernah punya tetangga tukang sate Madura cukup lama. Alhamdulillah akhirnya dari melihat dan mempraktekkan saya kini bisa membuat sate dengan rasa yang yummy.

Memanggang sate dengan telfon itu keidean setelah merasa payah memanggang dengan arang. Kebetulan pernah membakar arang, tak juga jadi bara. Setelah disiram minyak barulah nyala, tapi baunya gak ampun-ampun. Sampai-sampai saya merasa harus mandi karena seluruh tubuh berbau asap.

Sewaktu di kampung kakak ada happy call double pan, happy call memang lebih fleksibel untuk memangang apa aja dan di sini saya belum ada.

Sebenarnya saya punya fancy grill, tungku pembakar yang tengahnya bisa memutar berubah jadi bara. Kita cukup menaruhnya di atas kompor, cara kerjanya mirip tungku arang, tapi ya itulah...males mencucinya kalau habis pakai. Bekas bakarannya biasanya susah dicuci, direndam juga tetap bandel. Selain itu, fancy grill punya kelemahan, proses pembakaran cukup lama, kalah jika dibandingkan kalau kita memakai arang.

Nah...dengan teflon moga-moga bisa jadi solusi teman-teman yang ingiin bikin sate
Alhamdulillah, tanpa bersusah payah, jadilah sate ayam yang yummy pagi tadi untuk sarapan suamiku. Irisan bawang merahnya yang segar, berbaur dengan sambal kacang kecap, makanan khas Jawa Timur asalku menjadi nganeni.


Ternyata menjadi penjual sate ayam di Jakarta untungnya sangat berlebih, buktinya aku membeli separoh ayam saja jadi berpuluh-puluh tusuk. Simple dan sederhana juga bahan dan cara membuatnya. Maka tak heran, penduduk Madur
a yang merantau banyak memilih bsnis ini. Bahkan tetanggaku dulu bisa survive hingga mengkuliahkan anaknya hingga Perguruan Tinggi, bahkan punya rumah hanya dengan istiqomah jualan sate. Pengen banget suatu saat bisa sukses bisnis sate, setelah melihat peluang usaha begitu lebar di tempat aku tinggal. Do'akan suatu saat bisa terwujud dan barokah ya.... Amin...

Selasa, 22 Mei 2012

RESEP SOTO LOBAK ENAK

Memasak soto tak harus dengan daging ayam ataupun sapi. Cita rasa soto tahu dengan lobak juga yummy…! Ini kali pertama saya memasak lobak dan kayaknya bakal ketagihan…! ^_^

Bahan-bahan :
Lobak 1 buah yang ukuran sedang diris-iris berbentuk kubus
Tahu mini 10 biji diiris kecil memanjang dan digoreng kering
Wortel 1 biji yang ukurannya besar diiris tipis
telur rebus 4 buah
Taoge mini secukupnya
Daun kucai/seledri 5 batang dicincang halus
So’un yang sudah disiram air panas secukupnya.
Keripik kentang  secukupnya
Bawang merah goreng secukupnya
Lengkuas 2 cm, memarkan
Sereh 2 batangg, memarkan
Tomat ukuran sedang 1 biji diiris jadi 18
Daun bawang/ pre 3 batang diiris halus
Daun seledri 2 batang diikat jadi satu
Daun salam 4 lembar
Daun jeruk 1 lembar
Santan  1,5 liter (bisa diganti susu segar atau air jika ingin soto bening)
Kaldu ayam instant 1 sendok teh


Bumbu Yang Dihaluskan :
Bawang merah 9 buah
bawang putih 3 siung
Jahe 1 cm
Kunyit 2 cm
Kemiri 7 buah
garam 3 sendok teh
Merica 1/2 sendok teh
Ketumbar 1 sendok makan
Gula merah/gula kelapa yang sudah diiris-iris halus 4 sendok teh

Cara Memasak :

  • Tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan  minyak 2 sendok makan. Tunggu sampai berbau harum. Lalu angkat.
  • Masukkah santan ke dalam panci bersama tahu goreng, irisan lobak dan irisan wortel
  • Masukkan bumbu halus, sereh, lengkuas, tomat, daun bawang, daun seledri, daun salam, daun jeruk sampai mendidih
  • Upayakan santan jangan sampai pecah dengan mengaduk santan secara perlahan
  •  Sajikan di mangkok dengan menyusun telur, taoge mini,so’un, siram dengan kuah, taburi bawang merah goreng, daum bawang, seledri diatasnya
  • Soto lobak sangat sedap bila disajikan dengan sambal kecap dan kerupuk udang.

Tips:
Kalau memang sedang membatasi konsumsi santan, jumlah santan bisa diganti dengan air atau susu segar. Jika memakai susu segar, memasukkan susu segarnya pas terakhir. Jangan lupa susunya juga diaduk-aduk biar tidak pecah.  Kalau memakai santan dan susu cita rasanya yummy, kalau memakai air cita rasanya akan menjadi segar. Oh ya, kalau memakai  air maka jumlah kemirinya dibuat 2-3 kali lipat.
Selamat mencoba…! Semoga berhasil.
Alhamdulillahirrabil ‘Alamin.