Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.
Kamis, 13 Oktober 2016
(Cerpen Anak) Seindah Bunga Matahari
Kamis, 01 September 2016
ASAP CAIR, PENGAWET MAKANAN ALAMI DENGAN CARA BARU
Dosen Undip Semarang Dr.Frothea Swastawatu membuat terobosan melalui penelitian di bidang pengawetan makanan yaitu metode asap cair (liquid smoke) yg berfungsi menjadi bahan pengawet alami berbagai produk pangan.
Sejak 93 dimulai penelitian asap cair ini. Butuh puluhan tahun bu dosen ini menyelesaikan risetnya. Produk ini telah dipatenkan dg nama La Fronthea Asap Cair.
La Frontea merupakan formula antiseptik yg memiliki khasiat membunuh bakteri. Senyawa kimia dari asap cair itu mampu melindungi makanan dari jamur atau virus shg terhindar dr pembusukan.
Selebihnya bahan2 makanan seperti daging atau ikan cukup disimpan di almari. Sewaktu2 tinggal dimasak.
Asap cair tercipta dari pembakaran kayu yang asapnya kemudian diubah dalam reaktor berbasis tungku tenaga listrik. Proses ini menjadikan asap mencair melalui proses pengembunan.
Terdapat senyawa seperti asam organik, vineker dan fenol yg dikenal memiliki sifat antioksidan dan mengawetkan makanan.
Kamis, 11 Agustus 2016
Perpustakaan Digital IJakarta Menjawab Kebutuhan Siswa Se-Indonesia Terhadap Akses Buku Bermutu
Ilmu pengetahuan ditularkan dengan perkataan dengan sistem turun menurun. Kadang ilmu-ilmu dari sesepuh yang sudah salah kaprah mau tidak mau harus kami terima tanpa bisa membantah.
Bagi seorang pelajar yang kutu buku, koleksi di berbagai perpustakaan juga tambah beragam dibanding masaku sekolah. Geliat dunia buku dan penerbitan juga sangat berpihak pada mereka. Uhuuu iri hati ini pada kepandaian dan kecerdasan anak-anak sekarang. Sungguh pendidikan mereka saat ini didukung dengan fasilitas yang lebih lengkap dan canggih.
Seorang anak SD saja dengan membaca, mampu membuat ketrampilan rumit dimana itu di jamanku baru bisa dilakukan oleh anak SMA. Apalagi dimasa digital ini, tinggal terkoneksi ke internet dan mengetik kata kunci yang diinginkan, maka tak jarang akan keluarlah ilmu yang diinginkan dan dibutuhkan.
Mau buku apa saja kini anak masa kini tak perlu galau. Perkembangan jaman benar-benar memanjakan mereka. Kini aku tinggal di Jakarta dimana rata-rata anak-anak usia sekolah sudah memegang smartphone. Tak jarang bahkan anak usia TK juga sudah menenteng tablet. Eh…tapi kalau ini, di kampung pun, deman tablet sudah sangat menyebar ke segala penjuru. Keponakanku yang baru lulus TK saja sudah punya smartphone. Sayangnya peranan smartphone di tangan anak-anak baru optimal untuk mengunduh ataupun memainkan game.
Sekali Lagi Jakarta Punya Cerita
Tahukah kamu ? Kini anak-anak TK-pun bisa membaca banyak buku yang mereka inginkan dengan mudah. Tak perlu menghiba minta dibelikan buku di toko buku, ataupun harus pergi bersusah payah ke sebuah perpustakaan. Kini dengan duduk manis di rumah seseorang bisa mengunduh ribuan judul di aplikasi yang bisa diunduh lewat Appstore ataupun GooglePlay.
Jika mengakses lewat laptop, mereka cukup mengunduh aplikasinya di Google dan menginstalnya di laptop. Sedangkan jika lewat smartphone mereka bisa mengunduh aplikasinya di GooglePlay ataupun AppStore dan menginstalnya.
Bukan Jakarta namanya kalau tak memulai sesuatu yang baru. IJakarta diklaim sebagai aplikasi perpustakaan digital di Indonesia yang pertama. Diklaim lebih dari 3000 judul buku telah dirilis sejak 12 bulan Oktober 2015, dan ditanda tangani peresmiannya pada bulan Mei 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama Ahok) pada puncak peringatan HAnJaBa (Hari Anak Jakarta Membaca
Meskipun namanya IJakarta, dan awalnya tujuannya untuk masyarakat Jakarta, namun kemanfaatannya bisa diambil oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.
Kini masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan buku-buku berkualitas secara online. Peluncuran aplikasi IJakarta ini didukung oleh berbagai penerbit buku seperti Penerbit Gramedia, Penerbit Pustaka Utama, Penerbit Erlangga, Penerbit Agro Media Group,Penerbit Mizan, Penerbit Elexmedia Kompetindo, Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia, Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), Kepustakaan Populer Gramedia, penerbit Kanisius, Penerbit UGM Press, Penerbit UNS Press dan UB Press.
Koleksi buku yang ada dalam perpustakaan elektronik IJakarta ini akan terus bertambah, sehingga buku yang bisa diakses masyarakat akan semakin banyak. Karena akses di IJakarta adalah akses pinjam, maka ini adalah sarana promosi yang murah bagi penerbit tanpa harus mencetak buku terlebih dahulu. Sebuah penerbit bisa mempromosikan buku di IJakarta, disebabkan akses waktu pinjam seseorang di IJakarta terbatas 3 hari saja, baik buku tebal dan tipis.
Meskipun jumlah judulnya lebih banyak dari buku fisik yang dimiliki Perpustakaan yang dikelola BPAD, namun akses pinjamnya yang terbatas, membuat pembaca yang ingin membaca lebih lanjut menjadi kurang puas. Maka ini adalah peluang penerbit untuk menjual e-booknya maupun fisiknya.
Pembaca yang ingin membaca lebih lanjut tapi tak kebagian antrian pinjam bisa menghubungi penerbit bersangkutan untuk membeli e-book ataupun buku fisiknya. Seperti aku misalnya sangat terkesan jika membaca sebuah buku, maka tak segan aku akan membuat anggaran membeli buku tersebut dan mengkoleksinya. Jika aku sudah suka, satu buku bisa kubaca berulang kali bahkan hingga lecek. Xixixixi.
Jadi menurutku keterbatasan akses ini bukan hambatan tapi peluang rezeki untuk yang lainnya. Pembaca mendapat rezeki meminjam gratis 3 hari dan bisa bertambah jika tidak ada yang mengantri buku tersebut, nah pembaca dapat juga berbagi rezeki dengan penerbit dengan cara membeli jika masih kurang puas dengan waktu meminjam.
Yuk aktifkan Laptop dan Smartphonemu untuk unduh buku bermutu lewat aplikasi IJakarta
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti 'Lomba Menulis Konten Blog' dalam rangka memperingati 'Hari Anak Jakarta Membaca 2016' yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Kamis, 30 Juni 2016
Pembersih Ganteng Buat Si Cantik : Cetaphil Gentle Skin Cleanser
Sedangkan untuk penghilang jerawat saya belum membuktikan, karena saya sedang tidak berjerawat. Kulit saya kan kering Bo…
1. Dengan air : caranya usapkan pada kulit, gosok dengan lembut lalu bilas dengan air
2. Tanpa air : usapkan pada kulit, gosok dengan lembut. Lalu bersihkan dengan handuk.
Facebook Fans Page : Cetaphil Indonesia
Twitter : @cetaphil_id
Instagram : @cetaphil_id
Youtube: Cetaphil Indonesia
Awalnya ragu untuk mencoba karena kulit saya sensitif dan kini saya merekomendasikan buat kalian yang berkulit sensitive. Meskipun produk ini baru mendapat ijin beredar dari BPOM dengan nomor POM.NE 11130700077, dan belum mendapat sertifikat halal. Intinya saya puas menggunakan cetaphil gentle skin cleanser dalam sepekan ini. Thanks Cetaphil…!
Ini pengalaman saya menggunakan produk cetaphil, bagaimana dengan pengalamanmu? Sharing yuk!
Review ini dibuat berdasarkan pengalaman menulis dan diikutsertakan dalam kompetisi blog Cetaphil Experience
Kamis, 16 Juni 2016
Jumat, 10 Juni 2016
Meninjau Peraturan Daerah Bermasalah
Padahal berkembangnya sebuah investasi membutuhkan penyederhanaan prosedur perijinan bersifat lintas sektoral mudah dan lama sederhana, tidak memakan waktu lama. Sementara Perda bermasalah di atas semakin menambah beban panjangnya waktu dan ekonomi biaya tinggi dalam semua tingkatan prosedur. Perda bermasalah banyak muncul di era otonomi daerah. Hal ini dapat merugikan warga negara bila biarkan dan melemahkan negara dalam penegakkan hukum.
Uraian diatas merupakan pokok pikiran dari sebuah tema diskusi bulanan, yaitu “Meninjau Perda Inkonstitusional, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Yang Baik", yang diadakan oleh Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI).
Acara ini berlangsung hari Minggu, 5 Juni 2016 di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya No. 72 Jakarta Pusat. Pembicara dalam acara ini yaitu Bapak Widodo Sigit Pudjianto sebagai Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Bapak Supratman Andi Agtas, Komisi II DPR RI Bapak Arteria Dahlan, Bapak Robert Endi Jaweng dari Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Bapak Harli Muin dari Presidium FAA-PPMI. Sedangkan Bapak Mustakim dari redaktur Viva.co.id bertindak sebagai moderator.
- Banyak undang-undang (UU) yang bertentangan dengan aturan teknisnya. Apalagi sering kali pembuatan UU hanya seperti tambal sulam. Terkadang setiap ada masalah langsung dibuat UU-nya. Misalnya : UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang melarang adanya ekspor materiil, tapi dalam aturan menteri diperbolehkan. Hal ini menunjukkan pemerintah belum konsisten dengan aturan sendiri.
- Undang-Undang yang belum dilaksanakan. Misalnya UU Pangan yang memerintahkan pembentukan lembaga pangan nasional paling lambat dua tahun. Sampai hari ini belum juga belum terbentuk.
- Perda-perda yang menghambat investasi karena daerah berupaya menggenjot pendapatan asli daerah. Ini disebabkan pembagian dana alokasi umum (DAU) ataupun dana bagi hasil belum menunjukkan asas keadilan. Dalam pembagian tersebut jumlah penduduk menjadi salah satu faktor yang menentukan besar kecilnya dana yang didapat daerah. Bagi daerah di luar Jawa penduduknya sedikit, jadi uang yang diterima sedikit. Inilah kemudian yang disinyalir melahirkan pungutan-pungutan liar di daerah
- Pemerintah daerah sebenarnya yang berinisiatif untuk membuat perda-perda yang akhirnya dianggap bermasalah. Dia mencontohkan adanya aturan syarat surat keterangan domisili usaha yang dikeluarkan kelurahan. Selain tidak ada aturan di atasnya, peraturan baru ini sering kali memberatkan para pelaku usaha karena untuk memperolehnya bisa mencapai miliaran.
- Adanya pilkada langsung membuat kepemimpinan hanya terletak pada kepala daerah semata. Kepala daerah dituntut merealisasi apa pun janji kampanyenya. Dalam mewujudkan janji tersebut, segala hal dilakukan, termasuk salah satunya membuat perda-perda yang akhirnya dianggap bermasalah.
Selasa, 07 Juni 2016
#FbStart Workshop Jakarta Sebuah Edukasi Facebook untuk Pengusaha Digital Indonesia (Bagian 1)
Baca Worksop Start Up di undangan itu, harapan dan cita saya begitu menggelora, "Wah baik banget nih si Facebook bikin workshop buat pengusaha pemula". Secara saya memang sedang merintis beberapa usaha dan merasa belum optimal terhadap hasilnya, bersemangatlah saya datang di acara #FbStartJakarta. Meskipun beberapa kali saya ikut workshop optimalisasi monetize Facebook dengan pembicara lokal.
Hari Sabtu pagi, tanggal 4 Juni 2016, sampai lift Hotel Raffles saya barengan dengan programmer medsos Kaskus yang terkenal di Indonesia itu, eh begitu dapat duduk di tempat workshop deketan ma programmer dari Happy Fresh aplikasi pesan sayuran dan buah segar. Eh sebelah saya lagi ternyata mas-mas programer dari Asiatech. Maka mulai bengonglah saya, karena yang pada datang adalah para programer. Jangan-jangan saya salah kamar? Eh ternyata benar saudara-saudara. Acara ini ternyata untuk pengusaha digital. Wkwkwk....! :D
Namun sebagai blogger alias netizen jurnalisme, tak ada sesuatu yang tidak bisa diberitakan. Apapun bisa saya beritakan dan bagi buat Anda,agar juga bisa merasakan suasana alias aura barengan ama para programer Facebook. Akun media sosial yang cukup akrab bagi saya bahkan mungkin juga Anda. Terlepas dari kemudharatan karena bikin lupa waktu, bagi saya Facebook telah banyak memberi manfaat pada saya.
Tahun ini adalah tahun ketiga penyenggaraan FbStart di dunia. Di Indonesia acara yang ke-4 dan semuanya berada di Jakarta. Acara Juni tahun ini adalah acara terbesar diantara acara-acara sebelumnya. kurang lebih 500 an orang hadir di Hotel Raffles untuk ikut acara ini.
Facebook mensosialisasikan programnya yang fokus pada pemberian bantuan kepada pelaku mobile startup di seluruh dunia agar sukses melalui penyediaan perangkat, layanan, keuntungan dari para mitra serta mentoring secara gratis atau cuma-cuma.
Selama acara ini, Director of Global Product Partnerships at Facebook, Ime Archibong dan Product Partnerships Lead of Southeast Asia, Alice Wei berbicara mengenai bagaimana membantu para pengembang aplikasi di Indonesia untuk membangun dan mengembangkan bisnis mereka.“Tahun ini kami memperluas kelebihan dari FbStart yang sudah tersedia bagi para anggota dan kami mengadakan acara di lebih dari 20 kota di seluruh dunia, termasuk Jakarta,” ujar Archibong. “Kami berkomitmen untuk membantu pengembang aplikasi lokal dalam menjangkau lebih dari 84 juta pengguna Facebook di Indonesia dan membantu mereka dalam mencapai tujuan bisnisnya.”
Pengembang Indonesia, Lingga Madu, dari Sale Stock dan Abdur Sayaf, dari Cupslice turut bergabung dalam acara ini untuk berbagi cerita mengenai bagaimana aplikasi mereka dapat berkembang menggunakan Facebook.
![]() |
| Keterangan foto : Perwakilan Facebook beserta mitra Facebook [kiri - kanan] Ime Archibong, Director of Global Product Partnerships at Facebook; Lingga Madu, Co-Founder Sale Stock; Alice Wei, Product Partnerships, SEA at Facebook; Abdur Sayaf, Founder Cupslice |
1. SALE STOCK
Sale Stock adalah situs e-commerce terkenal di Indonesia yang menawarkan pilihan beragam untuk busana wanita dengan harga terjangkau.Co Founder Sale Stock berbagi tentang bagaimana mereka menggunakan Facebook: Menghadapi permasalahan dimana pengguna mengabaikan keranjang belanjanya, Sale Stock menggunakan Facebook Analytics untuk Aplikasi dan Iklan Facebook Aplikasi Mobile untuk mendorong pengguna agar menuntaskan pembeliannya.
Selain itu dia juga berbagi bagaimana meraih kesuksesan dengan Facebook. Lingga Madu bercerita bahwa, Facebook Analytics untuk Aplikasi Sale Stock telah memberikan kemampuan untuk menganalisa perilaku konsumen. Facebook App Ads mampu membuat kampanye Sale Stock mengungguli kampanye aplikasi lainnya yang tidak pakai Facebook Analytics hingga 20 kali. Sedangkan pengguna aplikasi Sale Stock 25 %ternyata lebih memilih menggunakan Facebook Login untuk mengakses aplikasi. Karena ditemukan bahwa rata-rata malas mempunyai banyak password di banyak akun.
![]() |
| Aplikasi Sale Stock di App Store |
2. CUPSLICE
Cupslice adalah aplikasi foto yang mudah digunakan agar pengguna bisa menciptakan foto indah untuk di-share atau dibagikan ke orang terdekatnya menggunakan filter, bingkai (frame), badge dan stiker sesuai dengan tren media sosial terkini.
Menurut Abdur Sayaf, Founder Cupslice, setelah 3 bulan menggunakan Facebook dia sukses mengalami kenaikan 20% jumlah unduhan.
![]() |
| Aplikasi Cupslice di App Store |
Statistik Ekosistem Facebook Developer
Selama 3 tahun ini, statistik Facebook developer memperlihatkan lebih dari 70% ekositem pengembang aplikasi berbasis di luar Amerika Serikat. APAC adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat berdasarkan jumlah aplikasi yang terintegrasi dengan Facebook. Lebih dari 80% dari top 100 aplikasi iOS dan top 100 aplikasi Android di India, Vietnam, Taiwan dan Indonesia telah terintegrasi dengan Facebook.
(Bersambung)









