Welcome, Selamat Datang, Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bisa menambah relasi pertemanan dan mengikat tali silaturahmi. Blog ini berisi penuh cerita tentang dunia menulis, kuliner, crafting, islamic, pendidikan dan gardening. Sungguh senang jika anda berkenan meninggalkan jejak dan pesan di blog ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat:D.

Jumat, 04 Juli 2014

PHILIP PRE RAMADHAN COOKING WORKSHOP



RAMADHAN SIBUK DI DAPUR? OH NO!!!
Ramadhan selalu menyisakan kesan mendalam pada benak kita umat muslim. Keinginan begitu besar dalam hati untuk menjadikan setiap hari dalam seluruh tahun adalah Ramadhan karena begitu banyak pahala dijanjikan tercurah berlipat ganda pada setiap amal ibadah yang kita laksanakan. Meskipun aktifitas di dapur jika diniatkan sebagai ibadah juga bernilai pahala, keperluan dan kerinduan untuk melakukan ibadah nafilah  (ibadah-ibadah yang dikenal pada umumnya seperti sholat, tilawah, i'tikaf dll.) pastilah tak terbendung.

Ramadhan selalu identik dengan kesibukan ibu rumah tangga dengan aktifitas di dapur yang semakin meningkat. Ramadhan menuntut energi lebih bagi para ibu rumah tangga agar tetap bisa memastikan kebutuhan nutrisi bagi keluarganya tercukupi untuk melaksanakan ibadah puasa. Sungguh melelahkan jika seorang ibu rumah tangga yang juga wanita bekerja harus menyiapkan makan sahur juga berbuka bagi anggota keluarganya, tentu sibuk  sekali.

Membeli makanan siap saji juga bukan pilihan bijak, ketika kita ingin makanan terhidang untuk keluarga kita terjamin kualitas mutu gizinya dan tanpa bahan pengawet   Lalu bagaimana menyikapi kesibukan di dapur agar para ibu rumah tangga bisa tetap menikmati aktifitas ibadah Ramadhan dengan penuh makna?

Sekilas mendatangkan asisten rumah tangga adalah solusi, tapi ternyata permasalahnnya mendatangkan asisten rumah tangga pada waktu Ramadhan bukan hal mudah. Mbak-mbak asisten rumah tangga justru berlomba minta izin pulang kampung saat Ramadhan datang bahkan baru balik ke rumah tuannya setelah Idul Fitri berlalu beberapa waktu.

INOVASI DAPUR DI COOKING WORKSHOP PHILIP
Pada hari Selasa tanggal 24 Juni 2014, saya mendatangi sebuah undangan acara cooking workshop yang diadakan di Plaza Bapindo, Senayan Jakarta. Meskipun undangan tercatat pukul 14.00 WIB, acara baru dimulai pukul 14.30 WIB.

Begitu datang di lantai sembilan, saya dibuat takjub dengan penataan meja yang dipenuhi dengian beberapa alat bantu masak dari Philip. Wow sungguh menggiurkan alat-alat yang dipajang.

Cooking workshop dihadiri oleh beberapa komunitas, yaitu : Komunitas Klub Nova, Klub Emak-emak Blogger, Komunitas Hijaber Community, Siswa Sekolah Pariwisata Sahid Jakarta hingga KomunitasBlogger Reporter Indonesia. Philip sedang mensosialisasikan 3T(Teknik, Tips dan Trik) dalam menyiapkan makanan yang mudah dan efisien.

Sebenarnya tantangan dalam menciptakan makanan sehat dan lezat oleh para ibu tak hanya dilakukan pada waktu bulan Ramadhan, namun seorang ibu dituntut untuk memastikan anggota keluarganya cukup sehat untuk melaksanakan berpuasa selama ramadhan. Kunci memasak sehat di bulan Ramadhan adalah perencanaan yang matang, agar kebutuhan keluarga akan nutrisi selama puasa terpenuhi.

Cooking workshop adalah upaya Philip dalam membagikan pengalaman serta pengetahuan yang bermanfaat, sehingga para ibu bisa memanfaatkan waktu mereka yang terbatas di dapur seefektif mungkin.  Perusahaan Royal Philips bergerak sebagai perusahaan kesehatan yang terdifersifikasi, terfokus pada meningkatkan kualitas hidup masyaarakat pada bidang kesehatan, gaya hidup dan penerangan hemat energi.

Acara cooking workshop dibuka oleh Pak Nick Andrew selaku Head of Markrting Philip Consumer lifestle Indonesia dan dipandu oleh MC

TEKNIK MEMASAK SEHAT ALA PHILIP
Teknik memasak yang disarankan yaitu bagaimana masakan diolah dengan cara yang sesederhana mungkin, dan meminimalkan lemak dan minyak agar makanan yang disajikan semakin ringan, bersifat basa sehingga sehat untuk tubuh.

TIPS HIDANGAN SEHAT ALA PHILIP
  1. Tips makanan sehat yang disarankan yaitu makanan harus segar, atau bukan makanan yang diawetkan pun dengan pemanasan. Sistem pemanasan makanan sering dipilih para ibu karena tidak ingin repot memasak di dapur. Seringkali ibu rumah tangga cukup repot memasak sebelum buka puasa saja, padahal makanan yang sering dipanaskan itu kurang sehat dan berkurang gizinya.
  2.  

TRIK MEMASAK SEHAT ALA PHILIP
Agar selera makan keluarga tetap terjaga, maka selain sehat makanan juga harus terasa lezat di lidah. Selama seharian tubuh telah berpuasa, jadi jika di bulan ini ibu ingin menghidangkan hidangan yang istimewa itu tentu hal yang tidak aneh. Menurut Chef Haryo Pramoe hidangan yang disiapkan oleh ibu tak ada yang kadarnya. Trik dalam menyiapkan makanan  bagi para ibu yaitu harus praktis dan tidak membebani pikiran para ibu. Philip menawarkan inovasi memasak untuk para ibu dengan berbagai alat bantu masak sehingga para ibu bisa percaya diri menyiapkan hidangan.


Selasa, 17 Juni 2014

MEMBUAT JILBAB DENGAN BERGO MANIS SENDIRI

Sejak mengetahui kewajiban berjilbab yang tertuang dalam kitab suci Al Qur'an pada surat An-Nur ayat 31, saya begitu semangat memakai jilbab. Kalau tak salah sejak pertengahan Juli 1996, tekad saya telah bulat untuk menutup aurat. Meskipun dengan keterbatasan jilbab yang saya miliki, jilbab untuk di rumah tiga biji Bo, sedangkan ke sekolah hanya dua biji. Namun tekad saya tak kendor dan semangat saya tetap membaja di tengah berbagai tantangan saat itu. Baik dari keluarga maupun lingkungan. Maklumlah saat itu tak seperti sekarang, jilbab jika dipakai di luar pengajian saat itu dianggap pakaian aneh.

Berbagai fitnah dianggap teroris, ninja, aliran sesat tak segan menghampiri para jilbaber. Juga ketakutan jika tak laku nikah kalau pakai jilbab sempat membuat para orang tua melarang remaja putrinya memakai jilbab, padahal itu perintah Allah.

Dan kini, memakai jilbab tak perlu punya ketakutan itu. Justru dengan berjilbab akan aman dan dihormati di tempat umum, tentu asal diikuti akhlak yang baik. Jadi yuk pakai jilbab dengan ajeg alias istiqomah, jangan hanya buat bergaya doang. Ingat kewajiban memakai jilbab bagi wanita muslimah memiliki kekuatan seperti halnya kewajiban melaksanakan sholat waktu. Kamu tambah cantik dan sholihah kok kalau pakai jilbab.

Saya seorang muslimah yang hobi memakai jilbab instant. Selain lebih cepat memakainya, jilbab instant membuat saya terlihat lebih rapi daripada memakai jilbab segi empat ataupun pashmina yang sedang in saat ini. Jilbab pertama yang saya pakai adalah jilbab instan sederhana dari kain kaos jahitan tante saya. Dari tante saya mendapat ilmu, kalau menjahit kain kaos dengan mesin jahit biasa, kita letakkan kain koran untuk mengurangi licinnya kain. Dari waktu ke waktu saya akhirnya mahir membuat aneka model jilbab instant hingga pernah berani mengambil tender seragam dari sebuah TK Islam, meskipun saya masih lumayan amatir dalam menjahit. Boleh dibilang itu bonek alias "bondho nekat" kata orang Jawa. Bagaimanapun saya akhirnya berani karena murid di sekolah itu tak banyak. he...he...!

Lambat laun perkembangan model jilbab di tanah air juga berkembang, meskipun bisa membuat jilbab sendiri, saya sempat mengkoleksi beberapa jilbab dari sebuah merk jilbab yang sangat terkenal. Saya sangat suka memakai jilbab dari perusahaan yang punya jargon "Professor Kerudung" tahu kan, itu jilbab dengan merk Robbani. Menurut saya cutting, maupun ukurannya sangat nyaman. Beberapa merk lain belum ada yang menandingi.

Nah, dalam rangka berbagi iilmu menjahit jilbab saat ini, jika pengen dapat ukuran yang pas di muka, jangan segan membuat ukuran dengan meniru ukuran jilbab yang jadi.Mungkin bagi Anda merk lain justru lebih pas. Saya lebih cenderung memakai ukuran standard jilbab Robbani jika ingin pas di muka saya. Tinggal bagaimana saja membuat modelnya. Sebab jilbab instant yang dijual di pasar juga tak murah, masih lebih hemat kita membuat sendiri. Pas di hati, pas di kocek, juga pas di warna sesuai selera kita.

Nah ini beberapa teknisnya. Semoga bermanfaat.

  1. Menggambar Pola bergo. pola bergo berbentuk seperti bulan sabit. untuk ukuran saya memakai lebar 36 cm dan tinggi 9 cm, Anda bisa menyesuaikan sesuai ukuran Anda. Yang dijual di pasar kadang kurang pas di muka saya.
    menggambar pola pada spoon busa
  2. Menggunting Pola pada spoon busa.
  3. Memasukkan busa pada kain
  4. Membuat jelujur bantuan jahit
  5.  Menjahit pinggiran bergo
  6.  Menghias bergo
  7.  Menggunting kain bergo
  8.  Menyatukan bergo dengan jilbab utama
  9. Alhamdulillah jilbab bergo siapp pakai


catatan :
  1.  pola jilbab sederhana bisa seperti pola atasan mukena yang pernah saya posting, hanya saja silahkan menyesuaikan dengan ukuran sesuai kebutuhan Anda.
  2. untuk spoon busa bergo Anda bisa membeli spoon ukuran tipis. 


CERPEN ANAK : GAUN BU DARJO



Karya : Gesang Sari Mawarni

 “Kreek….!” suara robekan kain ini telah membuat mata Dita  melebar kembali. Kantuk yang mendera anak perempuan kelas tiga Sekolah Dasar ini,  beberapa waktu tadi tiba-tiba pergi.

Ow, tidak mungkin. Gaun pesanan Bu Darjo ini telah robek sebelum diterima si empunya. Apalagi kain bahan yang dipakai tergolong mahal dan langka. Bagaimana ini?  Tanya Dita dalam hati.

Sepulang sekolah tadi, sebenarnya dia ingin bermain bersama teman-temannya, namun ibunya meminta bantuan untuk membongkar jahitan gaun Bu Darjo. Ada hasil jahitan ibunya yang salah pada gaun itu. Sementara ibunya pergi memanen telur ayam, ia dengan ogah-ogahan membongkar jahitan baju itu, hingga rasa kantuk pun tak terasa bersemayam.

Sungguh sobekan itu bukan suatu kesengajaan yang dia buat, namun ibunya pasti akan murka melihat hasil pekerjaannya ini. Teringat ia akan kemarahan ibunya beberapa waktu lalu. Terlihatlah ia tak sungguh-sungguh dan hati-hati dengan pekerjaannya. Dadanya tiba-tiba berdegup kencang, tangannya gemetar. 

Setengah lagi harusnya dia membongkar jahitan baju Bu Darjo, namun konsentrasinya berkurang. Beruntung tak ada sobekan pada pekerjaan selanjutnya, namun kerusakan yang sebelumnya tak bisa begitu saja diperbaiki. Kain bahan yang dibawa Bu Darjo tak ada sisa. Bagaimana ini?

Ibunya masih beberapa waktu lagi datang dari peternakan ayam milik keluarga mereka di desa seberang, segera dia bongkar celengan plastik tempat ia menyimpan sisa uang sakunya selama ini. Uangnya banyak, tanpa menghitungnya bergegas dia masukkan  ke tas sekolahnya.

Pintu-pintu dan jendela rumah dia tutup. Kunci rumah dia titipkan Bi Iyah tetangganya. Dia berpamitan hendak ke rumah teman. Dia naik sepeda mini hingga ujung desa, kemudian menitipkannya ke tempat penitipan sepeda dan selanjutnya ia naik angkudes menuju kota. Ya, dia akan naik angkutan ke kota mencari kain untuk pengganti kain gaun Bu Darjo.

Ini adalah pengalamannya pertama kali naik angkutan ke kota sendirian. Dia ingat pernah diajak ayahnya naik angkutan ke kota. Menjelang senja ia sampai di kota, beberapa toko kain telah tutup dan toko kain yang masih buka tidak menjual kain sejenis.

Sedih menjalari hatinya, akankah dia akan dimarahi ibunya lagi? Air matanya menetes dan tak terasa isakan juga menemaninya. Begitu keluar toko langit telah gelap gulita, bagaimana dia harus pulang ke desa? 

Bibirnya yang tipis tak henti merapalkan do’a yang dihafalnya. Teringat dia akan kasus bandit-bandit di kota, tapi mengapa tadi siang dia tak memperhitungkan segalanya. Tak memperhitungkan segala resiko jika dia nekat pergi ke kota sendirian. Apalagi pergi hingga senja bahkan malam tiba dan tanpa ijin orang tua.

Tangisnya tak tertahan, dia dekap tiang listrik di ujung sebuah perempatan jalan depan sebuah pusat perbelanjaan. Rambutnya telah basah oleh keringat dan debu. Kakinya kotor terkena debu dan air genangan di jalan. Masalah yang dia hadapi selanjutnyya adalah, tak ada angkutan menuju desanya jika malam tiba.
Tiba-tiba ada tangan mencolek lengannya.”Hei anak manis, mengapa menangis?”

Spontan tangannya menampik tangan kekar lelaki yang tak dikenalnya itu. Bertambah takutlah dia, seorang laki-laki berkumis tebal, berambut keriting dan berkulit hitam tiba-tiba ada di hadapannya. Sebuah jaket kulit dan sepatu lars dikenakannya. Gambaran para bandit di novel detektif yang pernah ia baca, mirip dengan dengan model laki-laki di hadapannya. Konsentrasinya jatuh pada tas penuh uang yang dibawanya.

Hendak dia melarikan diri, namun tangan kokoh lelaki itu menahannya. “Jangan takut Nak, Bapak seorang polisi ”,  kata laki-laki itu sambil memperlihatkan kartu nama yang ia simpan di sakunya. Ada tulisan ‘POLISI”. Ternyata laki-laki ini polisi yang menyamar menjadi preman. Berkuranglah rasa takutnya, dan tanpa ragu diikutinya langkah laki-laki itu menuju pos polisi yang ada di sebrang jalan.

“Jadi kamu sendirian saja ke kota?” tanya bapak polisi yang berjaga di pos.

“Iya Pak!”

“Hmm, jangan sedih kami akan mengantarmu pulang! Tapi jangan diulangi lagi, pergi tanpa ijin orang tuamu  ya Nak! “ Nasehat Pak Polisi yang bertampang bak bandit tadi.

Akhirnya dengan diantar Pak Polisi yang baik hati, dia pulang ke rumah setelah sebelumnya diantar mengambil sepeda mininya yang dititipkan di penitipan sepeda di ujung desa. Lampu sepeda motor Pak Polisi mendampingi perjalanan hingga sampai rumahnya.

Begitu tiba di rumah, dia disambut orang tua dan tetangganya. Mereka bingung mencarinya sejak tadi. Ibunya langsung memeluknya sambil menangis haru. Tak berapa lama Pak Polisi kembali ke kota.

Kemudian, masuklah mereka ke dalam rumah. Gaun Bu Darjo telah tergantung indah di almari etalase rumah mereka. Ibunya yang seorang penjahit kenamaan di desanya telah berhasil menyelesaikannya.

Langkahnya tertuju pada almari etalase dan tangannya meraih gaun Bu Darjo. Dia amati letak sobekan yang sempat ia torehkan pada gaun cantik itu, namun tak terlihatlah cacat gaun itu, karena ibunya telah membuat permak lewat aplikasi yang cantik.

Tangannya masih memegang erat gaun Bu Darjo, sedangkan matanya menatap mata ibunya yang tengah menatapnya. Sebuah senyuman dari wajah ibunya telah menghilangkan galaunya, apalagi pelukan. “Lain kali jangan menyembunyikan masalah ya?” bisik ibunya yang tengah memeluknya. Anggukan kepala adalah jawaban atas tekadnya.


*Cerpen ini diposting di Facebook saya juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-4 Komunitas Penulis Bacaan Anak. Bagi Anda yang ikut membacanya ada konsekuensi untuk ikut meninggalkan jejak
komentarnya. Ingat, wajib ya...! Makasih....!
** Sumber gambar http://www.iimug.org


Sabtu, 19 April 2014

BENGKEL ARSITEKTUR

Butuh desain rumah, ataupun gedung. Hubungi Bengkel Arsitektur - Bapak Agus. 08128282096 / 087883475348


Jumat, 10 Januari 2014

AYO NGAJI TIAP HARI...


** Tidak perlu terbebani dengan target jumlah yang banyak...Karena Qur'an bukan untuk menjadi beban.

{QS Al Araf: 2 Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada beban (kesempitan di dalam dadamu karenanya)...}

** Tak perlu mengejar yang cepat hingga lupa tanda baca dengan cermat...Karena Qur'an bukan bacaan untuk sekali tamat.

{QS Al Muzamil :4 "Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.”}

** Tak Perlu memaksa hingga merasa tersisih dengan jumlah yang tak biasa.
Karena Qur'an bukan sekedar ajian pengasih yang terasa biasa-biasa saja saat dibaca.

{Al Anfal : 2 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” }

Ayo ngaji tiap hari
Meski sedikit namun berarti
Hilang beban ringan hati
Karena Qur'an penyejuk diri

{Katakanlah Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.“(QS. Fhusilat : 44).}

Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu (ajeg) walaupun sedikit.”


ONE DAYONE JUZ

Saat ini hampir tengah malam, saya teramat capek sebenarnya. namun saya belum posting di  sini sejak tadi. Oke, malam ini saya akan meninggalkan jejak, dan insya Allah besok saya akan meneruskan tulisan ini. Tema yang akan saya angkat adalah One  Day One Juz. Semoga Allah memberi kekuatan saya menuliskannya esok hari.


Rabu, 08 Januari 2014

SHALAT BERMANFAAT UNTUK IBU HAMIL DAN BAHAYA BAGI WANITA HAID

  • Tulisan ini saya copas dari catatan rekan saya Mareno Hapsari di FB

    Pernahkah Anda Bertanya Mengapa?
    Kita selaku wanita, masih terus diwajibkan untuk shalat ketika hamil,
    namun harus berhenti shalat ketika haid? Logikanya, hamil itu berat. Ini dia jawaban menurut medis.

    Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. Namun justru gerak seperti ini
    berbahaya bagi wanita haid. Mengapa bisa begitu?

    Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah.

    Begitu juga saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Jika seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitasnya ini akan membantunya mengantarkan darah yang melimpah ke janin.

    Sementara wanita yang haid, jika menunaikan shalat, akan menyebabkan banyak darah mengalir
    ke rahimnya. Akibatnya, ia akan kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid.

    Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Jika wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di
    tubuhnya akan hancur. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun akan hilang terbawa bersama darah haid.

    Mengalirnya darah secara umum akan meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid agar menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit.

    Jika seorang wanita shalat saat haid, maka ia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan terserang penyakit.

    Mungkin inilah hikmah besar di balik larangan syariat agar wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga ia suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan,

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalahsuatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (Al-Baqarah: 222).

    Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan akan hilang percuma. Lebih dari itu, jika wanita haid shalat maka akan menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.

    Begitu juga dengan larangan shaum (puasa) pada saat haidh. Para medis menganjurkan agar ketika dalam keadaan haid, wanita banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ini sejalan dengan larangan untuk shaum, karena menurut medis agar darah dan logam seperti magnesium dan zat besi dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma.

    Dari Abu Said Al-Hudri, Rasulullah SAW bersabda: ”…Bukankah jika (seorang wanita) haid ia tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda,”Kami diperintahkan untuk mengqadla puasa dan tidak mengqadla shalat.”

    Betapa banyak tanda-tanda yang Allah SWT berikan kepada umat manusia supaya berpikir. Allah SWT yang begitu penyayangnya terhadap manusia, sehingga segala hal yang Ia perintahkan dan Ia larang pasti ada hikmah di balik semuanya. Maka apalagi yang kita tunggu danpertimbangkan untuk segera menaati segala aturan yang telah ditentukan oleh-Nya.

    Wallahu a’lam. [berbagai sumber]